Serangan udara besar-besaran Rusia kembali menghantam sejumlah wilayah Ukraina dalam semalam. Sedikitnya delapan warga sipil tewas dan hampir 60 orang lainnya mengalami luka-luka. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia melepaskan 332 drone dan rudal dalam gelombang serangan kali ini. Dari jumlah tersebut, 293 di antaranya berhasil dicegat atau dinetralisir oleh sistem pertahanan udara Ukraina.
Meski tingkat intersepsi terbilang tinggi, rudal dan drone yang lolos tetap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di permukiman warga. Serangan ini menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Bagi masyarakat Ukraina, gelombang serangan malam hari terus memicu trauma kolektif, gangguan pasokan listrik, dan ketidakpastian rasa aman di kota-kota besar maupun kecil.
Dari sisi pertahanan, rasio intersepsi yang mencapai sekitar 88 persen menunjukkan kapasitas sistem pertahanan udara Ukraina masih bekerja, tetapi kebutuhan akan pasokan amunisi dan sistem baru dari negara-negara Barat semakin mendesak. Media internasional mencatat bahwa pola serangan kombinasi drone-rudal seperti ini sengaja dipakai Rusia untuk menguras stok pertahanan Ukraina sekaligus menguji celah pertahanan di wilayah yang lebih luas.