SURIAH MAJU DI ALEPPO: SDF MUNDUR, APA RENCANA BESARNYA? - Berita Dunia
← Kembali

SURIAH MAJU DI ALEPPO: SDF MUNDUR, APA RENCANA BESARNYA?

Foto Berita

Pasukan pemerintah Suriah dilaporkan mengambil alih kendali di wilayah strategis provinsi Aleppo, menyusul penarikan mundur pasukan SDF (Pasukan Demokratik Suriah) yang didominasi Kurdi. Pergeseran kendali teritorial ini menandai babak baru dalam dinamika konflik di Suriah, khususnya di wilayah timur Aleppo.

Pada hari Sabtu, pasukan Suriah memasuki Deir Hafer, sebuah kota yang terletak sekitar 50 kilometer di timur Aleppo. Penarikan SDF ini telah diumumkan sehari sebelumnya oleh komandan SDF, Mazloum Abdi (dikenal juga sebagai Mazloum Kobani), melalui platform media sosial X.

Menurut Abdi, pasukan SDF memulai penarikan diri dari garis kontak di timur Aleppo mulai Sabtu pagi pukul 7 waktu setempat. Mereka berencana memindahkan pasukannya ke wilayah timur Sungai Eufrat, sebuah langkah yang disebut sebagai respons terhadap permintaan dari negara-negara sekutu dan para mediator.

Kementerian Pertahanan Suriah menyambut baik keputusan penarikan SDF ini. Mereka menyatakan akan memantau penuh implementasi penarikan tersebut, termasuk pemindahan semua prajurit dan peralatan, sebelum mengerahkan pasukan militer Suriah untuk menegaskan kembali otoritas negara di daerah-daerah yang dikosongkan.

Sebelumnya, militer Suriah sempat melaporkan bahwa mereka telah melancarkan serangan artileri terhadap basis-basis milisi yang berafiliasi dengan PKK (Partai Pekerja Kurdistan) dan elemen-elemen mantan rezim yang bersekutu dengan SDF di Deir Hafer.

Amerika Serikat, yang memiliki kepentingan dalam menciptakan perdamaian abadi di Suriah untuk stabilitas Timur Tengah yang lebih luas dan mencegah kebangkitan ISIL (ISIS), telah mendesak kedua belah pihak untuk menghindari konfrontasi dan melanjutkan negosiasi. Hal ini disampaikan oleh pejabat Suriah dan sumber diplomatik.

Kedua belah pihak diketahui telah bernegosiasi secara ekstensif sepanjang tahun lalu, dengan tujuan mengintegrasikan institusi militer dan sipil yang dikelola Kurdi ke dalam struktur negara Suriah pada akhir tahun 2025. Keduanya berulang kali menekankan preferensi mereka terhadap solusi diplomatik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook