Jakarta – Ukraina dan Rusia kembali melakukan pertukaran tawanan perang dalam skala besar. Masing-masing negara melepas 185 personel mereka, sehingga total 370 orang berhasil dipulangkan dalam kesepakatan yang difasilitasi oleh Uni Emirat Arab (UEA).
Pemerintah Ukraina mengonfirmasi bahwa kelompok yang kembali terdiri dari tentara, perwira, dan seorang warga sipil. Banyak dari mereka disebut telah ditahan sejak awal invasi Rusia pada tahun 2022. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan proses pemulangan dan menyebut mediasi UEA sebagai kunci keberhasilan negosiasi.
Analisis Dampak: Pertukaran ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir, menandakan bahwa kedua negara masih memiliki celah komunikasi meskipun sedang dalam kondisi perang. Namun, kesepakatan ini tidak serta merta mengubah situasi di garis depan. Dari sisi kemanusiaan, pemulangan 370 orang ini memberikan harapan bagi keluarga yang menunggu. Meski begitu, angka ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan ribuan tawanan yang dilaporkan hilang atau ditahan oleh kedua belah pihak, seperti yang dirilis oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC).