SERANGAN BESAR HANTAM IRAN: PABRIK OBAT HANCUR, KORBAN MELAYANG! - Berita Dunia
← Kembali

SERANGAN BESAR HANTAM IRAN: PABRIK OBAT HANCUR, KORBAN MELAYANG!

Foto Berita

Situasi di Iran makin memanas setelah serangkaian serangan udara yang diklaim pemerintah Iran dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat, menghantam berbagai lokasi vital. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah kerusakan parah pada Tofigh Daru Research and Engineering Company di Teheran, salah satu pabrik farmasi terbesar yang memproduksi obat-obatan antikanker dan anestesi.

Pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan pada Selasa pagi itu telah melumpuhkan jalur produksi obat. Ini tentu jadi pukulan telak, mengingat Tofigh Daru adalah produsen bahan baku obat-obatan krusial untuk segmen antikanker, narkotika, kardiovaskular, hingga imunomodulator, mengancam pasokan obat vital bagi masyarakat.

Tak hanya di Teheran, laporan serangan juga datang dari berbagai wilayah lain. Di kota Zanjan, sebuah situs keagamaan Syiah, Husseiniya Azam, menjadi sasaran, memaksa tim Bulan Sabit Merah Iran melakukan operasi penyelamatan. Sementara di provinsi Kermanshah barat, tepatnya di Qasr-e Shirin, serangan menghantam perusahaan kontraktor sipil, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.

Situasi makin genting dengan laporan pengeboman hebat di Isfahan, daerah yang dikenal sebagai pusat industri pertahanan dan lokasi fasilitas nuklir penting Iran, termasuk Natanz. Meskipun pejabat keamanan setempat menyebut targetnya adalah “situs militer” tanpa detail lebih lanjut, besaran kerusakan dan jumlah korban jiwa belum bisa dipastikan secara rinci.

Gelombang serangan ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik yang berkepanjangan. Negosiasi penyelesaian konflik kembali menemui jalan buntu setelah Iran menolak rencana 15 poin dari mantan Presiden AS Donald Trump yang dianggap “sangat maksimalis dan tidak masuk akal”. Al Jazeera melaporkan, warga Iran bahkan turun ke jalan untuk berunjuk rasa menyuarakan kemarahan mereka terhadap serangan berkelanjutan ini.

Penargetan fasilitas farmasi ini berpotensi memicu krisis kemanusiaan serius. Rusaknya jalur produksi obat-obatan esensial seperti anti-kanker dan anestesi berarti pasokan bagi pasien di Iran akan sangat terganggu, bahkan terancam putus, yang secara langsung berdampak pada keselamatan dan nyawa ribuan orang. Lebih dari itu, serangan yang berulang kali menyasar target sipil atau dual-use (sipil dan militer) hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan, memprovokasi eskalasi konflik di Timur Tengah, dan menjauhkan harapan akan solusi damai. Sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai, total 1.937 orang telah kehilangan nyawa di Iran, menambah panjang daftar korban di tengah ketegangan yang tak kunjung mereda.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook