EKSPOR MINYAK IRAN AMBLAS, TERJEBAK BLOKADE AS - Berita Dunia
← Kembali

EKSPOR MINYAK IRAN AMBLAS, TERJEBAK BLOKADE AS

Foto Berita

Jakarta – Ekspor minyak mentah Iran jatuh ke titik terendah dalam enam tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan, Negeri Para Mullah hanya mampu mengirim kurang dari 300.000 barel per hari (bph) pada Mei lalu. Angka ini anjlok drastis dibandingkan ekspor Maret yang mencapai 1,84 juta bph.

Penyebabnya jelas: blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat sejak 13 April. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Presiden Donald Trump untuk menekan Iran menerima kesepakatan damai. Iran mengecam blokade itu sebagai tindakan ilegal dan menyebut penyitaan kapal-kapalnya sebagai 'pembajakan'.

Blokade ini terjadi setelah Iran menutup Selat Hormuz untuk kapal-kapal dari sebagian besar negara, menyusul serangan AS-Israel pada akhir Februari. Selat sempit itu merupakan jalur utama Teluk menuju laut lepas, yang biasanya membawa sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Penutupan selat itu sempat membuat harga energi global meroket dan ekspor negara-negara Teluk lainnya seperti Saudi, Kuwait, Irak, dan UEA lumpuh. Ironisnya, saat itu Iran justru diuntungkan karena masih bisa mengekspor minyaknya sendiri dengan harga tinggi, bahkan sempat tembus di atas 100 dolar AS per barel.

Namun, situasi berbalik sejak blokade AS dimulai. Sekitar 80 persen ekspor Iran bergantung pada Selat Hormuz. Analis dari firma data Kpler menyebut, blokade ini mulai menghancurkan pendapatan utama Iran. Dengan estimasi harga konservatif 90 dolar AS per barel, pendapatan harian Iran kini hanya sekitar 27 juta dolar AS, atau 837 juta dolar AS sepanjang Mei. Jauh di bawah pendapatan Maret yang mencapai miliaran dolar.

Dampaknya: Tekanan finansial ini memicu pertanyaan besar, apakah Iran mampu bertahan dalam perang berkepanjangan. China, sebagai pelanggan terbesar Iran, disebut-sebut mulai mengurangi impor karena risiko penyitaan kapal oleh Angkatan Laut AS. Situasi ini juga membuat pasar energi global semakin tidak stabil, karena gangguan pasokan dari Iran dan negara Teluk lainnya belum pulih sepenuhnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook