Warga Gaza City dikejutkan dengan bau busuk menyengat yang menyebar di seluruh kota pada akhir September lalu. Awalnya, mereka mengira sumber bau berasal dari saluran toilet atau anak-anak yang tidur. Namun, laporan segera mengonfirmasi bahwa pesawat dan drone Israel telah menjatuhkan ratusan paket berisi zat berbau tidak sedap ke area permukiman padat penduduk.
Zat ini dikenal sebagai 'Skunk Water' (air sigung), sebuah senjata kimia non-letah yang dikembangkan sejak 2004 oleh perusahaan Israel, Odortec, bekerja sama dengan Kepolisian Israel. Awalnya digunakan untuk membubarkan demonstran di Tepi Barat pada 2008, kini penggunaannya telah meluas menjadi alat penindasan sistematis. Selain membuat mual dan muntah, cairan ini dirancang untuk menempel pada kulit dan pakaian, sehingga efek baunya bertahan hingga berhari-hari.
Dampaknya bagi masyarakat sangat meluas. Di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sekolah-sekolah terpaksa diliburkan karena siswa tidak tahan dengan bau yang menyengat. Penggunaan senjata ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali massa, tetapi juga sebagai bentuk hukuman kolektif yang melanggar hak asasi manusia, memaksa warga sipil meninggalkan rumah mereka dan mencemari lingkungan dengan zat kimia berbahaya.