Pemerintah baru Chili di bawah kendali Presiden Jose Antonio Kast membuat gebrakan yang mengagetkan banyak pihak. Mereka resmi menangguhkan 43 aturan perlindungan lingkungan. Kebijakan ini, yang sebelumnya digagas di masa pemerintahan Presiden Gabriel Boric, kini ditarik karena dianggap tidak sejalan dengan visi konservatif Kast yang lebih menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Kementerian Lingkungan Chili pada Selasa lalu mengumumkan penarikan dekrit-dekrit tersebut, yang sebagian besar masih dalam proses peninjauan. Aturan-aturan ini mencakup berbagai isu penting, mulai dari batasan emisi pembangkit listrik, penanganan polusi pabrik peleburan, hingga rencana pembentukan taman nasional baru.
Presiden Kast sendiri tak menampik adanya kekhawatiran publik. Namun, ia mengajak masyarakat untuk melihat kebutuhan yang lebih besar: pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan yang terpenting, lapangan kerja. Menurutnya, penangguhan ini sejalan dengan upaya menekan angka pengangguran. Kementerian Lingkungan bahkan menyebut langkah ini sebagai 'praktik standar' bagi administrasi baru untuk memperbarui kebijakan demi mencapai standar kualitas hukum tertinggi dan melindungi warisan alam negara.
Langkah ini menjadi sinyal kuat pergeseran arah kebijakan Chili, dari haluan kiri Boric ke pendekatan konservatif Kast. Selama kampanye, Kast, politikus sayap kanan, memang berjanji akan mengurangi regulasi untuk menggenjot investasi asing dan pertumbuhan ekonomi. Tak hanya itu, pemerintahannya juga bergerak cepat memangkas belanja negara sekitar 3 miliar dolar AS dan memperketat pengamanan di perbatasan utara dengan Peru dan Bolivia. Area tersebut selama ini kerap jadi jalur imigrasi ilegal. Kast bahkan sudah memerintahkan pengerahan alat berat untuk membuat parit sebagai penghalang, menegaskan komitmennya dalam 'memagari' perbatasan dari imigrasi ilegal, narkoba, dan kejahatan terorganisir, sebuah pendekatan yang mirip dengan strategi mantan Presiden AS Donald Trump.