Washington, DC — Partai Demokrat berhasil merebut kembali kendali Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House of Representatives) dalam pemilihan sela (midterm) yang digelar Selasa lalu. Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Partai Republik yang selama dua tahun terakhir menguasai Washington DC secara penuh — mulai dari kursi kepresidenan hingga kedua kamar Kongres.
Dengan seluruh 435 kursi DPR diperebutkan, Demokrat hanya butuh tambahan lima kursi untuk membalikkan keadaan. Hasilnya, Demokrat berhasil menyapu kursi-kursi petahana Republik di sejumlah daerah pemilihan kunci. Di Iowa, Sarah Trone Garriott menggeser Zach Nunn di Distrik Kongres ke-3. Di Virginia, Elaine Luria menang tipis atas petahana Jen Kiggans. Sementara di Pennsylvania, Janelle Stelson mengalahkan Scott Perry yang sudah tujuh periode menjabat. Petahana Demokrat seperti Ilhan Omar dan Ro Khanna juga sukses mempertahankan kursi mereka.
Kemenangan ini membuka jalan bagi Hakeem Jeffries, pemimpin faksi Demokrat di DPR asal New York, untuk menjadi Ketua DPR (Speaker). Jika terpilih, Jeffries akan mencatat sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menduduki posisi tersebut. Jabatan ini juga menempatkannya sebagai orang ketiga dalam urutan suksesi kepresidenan AS, setelah presiden dan wakil presiden. Ia akan menggantikan Speaker Republik Mike Johnson yang menjabat sejak 2023.
Gelombang dukungan terhadap Demokrat tak lepas dari sentimen negatif terhadap pemerintahan kedua Donald Trump. Survei menunjukkan tingkat persetujuan Trump menyentuh angka terendah dalam sejarah menjelang pemilu sela. Mantan Presiden Barack Obama menilai hasil ini sebagai pesan jelas dari rakyat Amerika. "Malam ini, rakyat Amerika mengirim pesan yang jelas," tulis Obama di platform X. Ia memuji para kandidat yang bertarung di wilayah-wilayah yang selama ini dianggap benteng Republik.
Senator Bernie Sanders juga menyambut baik kemenangan ini. Menurutnya, kontrol Demokrat atas kedua kamar Kongres akan menjadi alat untuk "meminta pertanggungjawaban Trump." Sanders mendesak partainya untuk agresif memperjuangkan keluarga pekerja dan menangani ketimpangan pendapatan. "Tidak ada lagi alasan," tegasnya.
Menariknya, Trump sendiri sempat melontarkan pujian langka terhadap kampanye Demokrat dalam wawancara dengan Fox News. Kongres ke-120 dijadwalkan dilantik pada 3 Januari 2027.
Analisis Dampak: Kemenangan Demokrat di DPR berarti Trump tidak lagi bisa leluasa meloloskan agenda legislatifnya. Meski Partai Republik masih menguasai Senat, kontrol Demokrat di DPR memberi mereka kekuatan untuk memblokir undang-undang, mengontrol anggaran, hingga melancarkan penyelidikan terhadap pemerintahan. Bagi masyarakat AS, ini berarti kebijakan domestik seperti anggaran kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur akan melalui perdebatan alot. Sementara di kancah global, posisi AS dalam isu perdagangan dan kebijakan luar negeri bisa jadi kurang stabil karena gridlock politik.