TENTARA BUKU DARI RERUNTUHAN GAZA - Berita Dunia
← Kembali

TENTARA BUKU DARI RERUNTUHAN GAZA

Foto Berita

Di tengah kehancuran akibat perang, sekelompok pecinta buku di Gaza berjuang mati-matian menyelamatkan warisan sastra Palestina dari genosida. Kisah ini bukan sekadar tentang buku, tapi tentang harapan yang terkubur di bawah reruntuhan.

Seorang gadis bernama Aya al-Shawa, 10 tahun, kini menggenggam erat salah satu buku yang ia dapatkan. Buku itu sebelumnya sempat terkubur di bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel. Seseorang menemukannya, membersihkannya, memperbaiki halamannya, lalu memberikannya kepada Aya. Buku, yang kini menjadi barang langka, telah menjadi jembatan bagi anak-anak Gaza untuk tetap belajar di tengah hancurnya 98 persen bangunan sekolah menurut UNICEF.

Mohammed Saad, 54 tahun, adalah sosok di balik gerakan ini. Pria dari Beit Lahiya ini dulunya memiliki koleksi 50.000 hingga 100.000 buku. Semuanya hancur pada Desember 2023. Setelah 16 kali mengungsi, ia kembali ke reruntuhan rumahnya dan berhasil menyelamatkan sekitar 12.000 buku. Ia lalu mendirikan perpustakaan tenda bernama 'Athar' di Deir el-Balah. Saad dan anaknya membersihkan serta memperbaiki buku-buku itu. Kini, anak-anak datang setiap hari untuk membaca atau membeli buku dengan harga simbolis 5-15 shekel (sekitar Rp 22.000-66.000).

Namun, ancaman baru datang. Buku-buku yang diselamatkan dari reruntuhan dan api kini terancam rusak karena hujan, panas, dan kelembapan di dalam tenda. 'Saya menyelamatkan mereka dari bawah reruntuhan dan dari api. Hari ini, saya tidak bisa menyelamatkan mereka dari hujan,' ujar Saad. Perjuangan ini menunjukkan bahwa di tengah kehancuran, literasi tetap menjadi senjata perlawanan yang paling sunyi namun kuat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook