Dukungan publik Amerika Serikat terhadap Israel anjlok ke titik terendah dalam sejarah, sebuah survei terbaru dari Gallup mengungkap pergeseran sentimen yang signifikan. Mayoritas warga AS kini dilaporkan lebih bersimpati pada Palestina, menandai perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam dekade terakhir.
Survei yang dirilis pada Jumat itu menunjukkan, 41% warga AS sekarang lebih mendukung Palestina, sementara hanya 36% yang tetap memihak Israel. Ini berbanding terbalik dengan kondisi sebelum serangan Hamas pada Oktober 2023, di mana 54% warga AS bersimpati pada Israel dan hanya 31% pada Palestina. Pergeseran drastis ini tak lepas dari respons militer Israel di Gaza yang dianggap banyak pihak tidak proporsional. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu warga Gaza, mayoritas wanita dan anak-anak, dengan sebagian besar wilayah Gaza luluh lantak.
Tak hanya itu, opini publik AS juga dipengaruhi oleh langkah hukum internasional. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kasus ini diperparah dengan gugatan genosida yang diajukan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang kini didukung banyak negara.
Meskipun perang di Gaza mempercepat penurunan dukungan ini, laporan Gallup menyebut tren pergeseran sentimen sebenarnya sudah dimulai sejak 2019, menunjukkan adanya perubahan bertahap dalam pandangan publik AS selama beberapa tahun terakhir. Pergeseran sentimen ini sangat signifikan. Ini berpotensi memberikan tekanan baru pada kebijakan luar negeri AS, terutama terkait bantuan militer dan dukungan diplomatik untuk Israel. Mengingat tahun politik di AS, suara publik yang semakin terpecah ini bisa jadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan oleh para politisi di Washington.