Madrid, Spanyol â Kebakaran hutan dahsyat yang melanda Provinsi AlmerĂa, Spanyol selatan, pekan lalu telah merenggut 13 korban jiwa. Otoritas Spanyol mengonfirmasi bahwa 12 dari 13 korban adalah warga negara asing, termasuk tujuh warga Inggris (Britania Raya), tiga warga Belgia, satu warga Prancis, dan satu warga Amerika Serikat. Satu korban lainnya merupakan warga negara Spanyol.
Kebakaran yang terjadi pada Kamis lalu itu disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Spanyol. Tim pemadam kebakaran bekerja selama berhari-hari untuk menjinakkan api yang menyebar luas di wilayah tersebut. Hampir 1.500 orang terpaksa dievakuasi dari Provinsi AlmerĂa.
Korban jiwa terdiri dari delapan perempuan dan lima laki-laki, semuanya dewasa. Di antara warga Inggris yang tewas adalah pasangan suami-istri Pete dan Fran Gillam, yang tinggal di BĂ©dar, desa yang menjadi pusat amukan api. Putri mereka, Danielle Gillam-Kirton, menyampaikan duka mendalam melalui Facebook. Korban lainnya termasuk ahli geologi Spanyol Pedro RodrĂguez dan istrinya, fotografer AS Ana Sims, serta fotografer Belgia Stanislas Verdonckt.
Seorang pria Inggris bernama Malcolm Timbrell (70) selamat setelah bersembunyi di dalam mobil saat api melahap rumahnya di perbukitan Bédar. Ia menceritakan bagaimana ia dan istrinya serta teman-temannya terpisah saat mencoba menyelamatkan diri. Ia mengaku selamat secara ajaib di dalam mobil terakhir bersama seekor kucing, sementara empat mobil di depannya langsung terbakar.
Kantor Luar Negeri Inggris (FCDO) menyatakan telah memberikan dukungan kepada warga Inggris yang terkena dampak dan berkoordinasi dengan otoritas Spanyol. Kebakaran ini menghanguskan sekitar 7.000 hektar lahan. Spanyol sendiri kerap dilanda gelombang panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, dengan suhu seringkali menembus 40 derajat Celcius.
Analisis Dampak: Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan meningkatnya risiko bencana alam akibat perubahan iklim di kawasan Mediterania. Gelombang panas ekstrem yang berkepanjangan membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Bagi wisatawan dan ekspatriat yang tinggal di daerah rawan kebakaran, tragedi ini menyoroti pentingnya memiliki rencana evakuasi darurat dan selalu memantau peringatan dini cuaca ekstrem. Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata dan properi di wilayah tersebut juga berpotensi terdampak akibat rusaknya pemandangan alam dan properi.