Kepanikan melanda pusat kota Krakow, Polandia, pada Sabtu sore waktu setempat. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak dari dalam mobilnya di area Main Market Square, jantung kota yang biasanya dipadati wisatawan dan warga lokal.
Insiden ini mengakibatkan setidaknya enam orang meninggal dunia, terdiri dari empat wanita dan dua pria. Sekitar selusin orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua petugas polisi yang terlibat baku tembak saat menangkap pelaku. Salah satu polisi dilaporkan berada dalam kondisi kritis setelah menerima tiga luka tembak dan saat ini menjalani operasi.
Polisi bergerak cepat ke lokasi dan berhasil melumpuhkan pelaku. Penyerang, yang merupakan warga negara Polandia dan mengenakan pakaian bergaya militer dengan senjata kelas militer, berhasil ditangkap dan masih hidup. Hingga kini, motif di balik aksi brutal ini belum diungkap secara resmi oleh pihak berwenang.
Perdana Menteri Donald Tusk telah menuju Krakow untuk memberikan keterangan resmi, sementara Presiden Karol Nawrocki menyatakan keprihatinan mendalam. Otoritas kota mengimbau warga dan turis untuk menjauhi area tersebut selama proses investigasi berlangsung.
Analisis Dampak: Insiden ini menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Krakow yang mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara. Kejadian ini juga memicu perdebatan baru mengenai regulasi kepemilikan senjata api di Polandia, meskipun negara tersebut dikenal memiliki aturan yang cukup ketat. Masyarakat kini menuntut transparansi terkait motif penyerangan agar rasa aman di ruang publik dapat segera pulih.