Insiden kekerasan kembali terjadi di Hebron, Tepi Barat. Seorang pria lanjut usia berusia 70 tahun, Hijazi Shawer, menjadi korban penganiayaan oleh tentara Israel. Hijazi, yang berprofesi sebagai pemilik toko sekaligus tokoh masyarakat setempat, mengalami luka-luka akibat pemukulan tersebut.
Serangan ini bukan sekadar tindakan acak, melainkan bagian dari operasi militer yang lebih besar. Pasukan Israel melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di kawasan tersebut. Dampaknya sangat masif: lebih dari 2.000 warga Palestina dilaporkan mengalami pengusiran paksa dari tempat tinggal mereka.
Analisis Dampak: Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam soal eskalasi kekerasan di Tepi Barat. Pengusiran massal ini berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan dan memicu kemarahan internasional, mengingat korban adalah warga sipil lanjut usia. Situasi ini menegaskan kembali kerentanan warga Palestina di tengah konflik yang tak kunjung usai.