Anggota parlemen independen Australia, Helen Haines, harus merelakan kedua kakinya diamputasi setelah menjadi korban serangan brutal di depan kantor elektoralnya. Insiden nahas ini terjadi pada Senin (13/10) di Wangaratta, sebelah timur laut Melbourne, ketika pelaku menabraknya dua kali dengan mobil.
Suami korban, Phil Haines, mengonfirmasi bahwa tim medis berhasil menyelamatkan nyawa Helen, meski harus mengamputasi kaki kiri dan gagal menyelamatkan kaki kanannya. "Kabar baiknya adalah Helen masih hidup dan kondisinya stabil," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (15/10).
Tersangka, pria berusia 43 tahun bernama Brendan Nugent, telah dihadapkan ke pengadilan. Ia dijerat dengan tiga pasal utama: mengemudi berbahaya yang menyebabkan cedera serius, sengaja menyebabkan cedera, dan menyebabkan kerugian pada pejabat publik. Polisi juga menemukan tuduhan tambahan terkait kepemilikan ganja. Pengacara tersangka mengklaim kliennya menderita kondisi neurologis langka dan sedang dalam pemulihan gegar otak.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif serangan. Komisioner Kepolisian Federal Australia, Krissy Barrett, menegaskan tidak ada intelijen spesifik yang mendeteksi ancaman terhadap Haines sebelum kejadian. Insiden ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan pejabat publik di Australia, seiring maraknya pelecehan online dan ancaman terhadap politisi dalam beberapa tahun terakhir.