TEPI BARAT MEMANAS: RAZIA ISRAEL HANCURKAN RUMAH, TAHAN 80 WARGA - Berita Dunia
← Kembali

TEPI BARAT MEMANAS: RAZIA ISRAEL HANCURKAN RUMAH, TAHAN 80 WARGA

Foto Berita

Situasi di Tepi Barat yang diduduki kian memanas setelah militer Israel melancarkan serangkaian razia besar-besaran. Lebih dari 80 warga Palestina ditahan, setidaknya satu orang terluka tertembak, dan satu rumah hancur rata dengan tanah. Gelombang serangan ini terjadi bersamaan dengan eskalasi perang genosida Israel di Gaza.

Dalam insiden pada Kamis lalu, pasukan Israel mengepung sebuah rumah di Dura, selatan kota Hebron. Di sana, mereka menembak dan melukai saudara dari Mahmoud al-Fasfous. Kakak beradik al-Fasfous memang sudah lama menjadi target pencarian militer Israel, yang kerap melakukan penggerebekan di rumah keluarga mereka.

Tidak hanya itu, di wilayah Khallat Nafisa, Hebron, pasukan Israel menutup akses area tersebut dari warga sipil sebelum akhirnya menghancurkan rumah Imran al-Atrash menggunakan buldoser. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa al-Atrash sendiri tewas pada pertengahan November lalu, bersama seorang warga Palestina lainnya, Walid Muhammad Khalil Sabarna. Keduanya dituduh melakukan serangan tabrak mobil dan penusukan yang menewaskan satu pemukim Israel dan melukai tiga lainnya. Militer Israel bahkan mengunggah foto-foto penghancuran rumah di Telegram, menyebut al-Atrash sebagai 'teroris' dan merayakan aksi penghancuran tersebut.

Selain aksi penembakan dan penghancuran, Masyarakat Tahanan Palestina melaporkan bahwa militer Israel menahan dan menginterogasi setidaknya 80 warga Palestina. Penangkapan terjadi dalam razia semalam suntuk hingga dini hari di berbagai lokasi di Hebron dan Tepi Barat. Di antara yang ditahan, ada seorang wanita, dua anak-anak, serta beberapa mantan tahanan.

Kelompok tersebut menyebut bahwa ini adalah 'eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak awal tahun' dan merupakan bagian dari 'kampanye hukuman kolektif'. Interogasi lapangan disebut telah menjadi 'kebijakan paling menonjol dari pendudukan'. Dua penangkapan juga terjadi di kamp pengungsi Arroub, utara Hebron, dengan penangkapan lain yang menyebar ke hampir seluruh area di sekitar kota tersebut.

Di komunitas al-Majaz, Masafer Yatta, perbukitan Hebron Selatan, pasukan Israel menjarah rumah-rumah warga sebelum mengubah salah satunya menjadi pos militer. Akibatnya, penghuni rumah terpaksa tidur di luar dalam kondisi dingin. Sementara itu, di provinsi Ramallah dan el-Bireh, tentara menyerbu kota Kobar dan menyebar di beberapa lingkungan. Warga kota mengaku kepada Al Jazeera bahwa para tentara mencoba memprovokasi penduduk dengan berteriak: “Siapa yang ingin menjadi martir? Di mana para pengecut?”

Israel terus meningkatkan razia di Tepi Barat yang diduduki, termasuk melukai puluhan warga Palestina dengan peluru tajam dan granat di sebuah universitas awal bulan ini. Ini terjadi di tengah upaya formal Israel untuk mencaplok wilayah tersebut. Pemukim Israel juga kerap mengamuk di tanah Palestina, membunuh dan memukuli warga sipil, termasuk lansia, serta menghancurkan properti mereka tanpa hukuman, seringkali dengan dukungan militer Israel.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook