Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dengan tegas membantah pernyataan Kepala Badan Narkotika AS (DEA), Terry Cole, yang menyebut pemerintahnya bersatu dengan kartel narkoba. Sheinbaum menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan lebih terkesan sebagai pernyataan politik ketimbang fakta.
Dalam konferensi pers di Mexico City, Rabu (12/6), Sheinbaum balik menyerang DEA. Ia meminta lembaga tersebut fokus memberantas peredaran narkoba di dalam negeri AS, bukan malah menuding pemerintah asing. “AS adalah pasar gelap narkoba terbesar di dunia,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan dari mantan Presiden Donald Trump yang kerap menyebut Meksiko “dikuasai kartel”. Sheinbaum menegaskan negerinya tetap terbuka bekerja sama dengan AS, asalkan kedaulatan Meksiko dihormati dan tidak ada operasi militer asing di wilayahnya tanpa izin.
Ketegangan kian memanas setelah Departemen Keuangan AS baru saja menetapkan Kartel Juarez dan Los Viagras sebagai organisasi teroris asing. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Washington yang ingin membingkai perang melawan narkoba sebagai perang melawan terorisme.
Analisis: Bentrokan diplomatik ini berisiko memperburuk hubungan bilateral. Di satu sisi, Sheinbaum harus menjaga citra di mata rakyatnya yang nasionalis. Di sisi lain, ia tetap butuh kerja sama keamanan dengan AS untuk menekan angka kejahatan. Jika tidak dikelola hati-hati, perang retorika ini justru menguntungkan kartel yang bisa memanfaatkan celah ketegangan antarnegara.