Antigua - Harapan West Indies untuk memenangkan Test pertama melawan Bangladesh masih terbuka lebar. Berkat penampilan gemilang dari spinner Roston Chase, Bangladesh mengalami keruntuhan di inning kedua dan hanya mampu mengumpulkan 79-6 hingga akhir hari ketiga, unggul 106 run di atas West Indies. Pertandingan dihentikan lebih awal karena cahaya yang buruk.
Chase menjadi motor utama dengan catatan 3-25, memicu runtuhnya lini tengah Bangladesh. Ia mendapat dukungan dari Jomel Warrican yang menambah 2-19 setelah sebelumnya mencatat 5-53 di inning pertama. Pelatih batting West Indies, Floyd Reifer, tetap optimis. "Berapapun skor yang mereka berikan besok, kami akan mengejarnya," ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Meski sempat tertinggal 27 run di inning pertama, West Indies bangkit. Shamar Joseph langsung menyingkirkan opener Tanzid Hasan tanpa skor. Chase kemudian menghabisi Shadman Islam (13) dan Towhid Hridoy (2) dalam tiga bola, serta menyingkirkan kapten Najmul Hossain Shanto (10). Warrican menambah tekanan dengan menyingkirkan Liton Das (4) dan Mehidy Hasan Miraz (9), membuat Bangladesh terpuruk di 53-6.
Jaker Ali dan Nayeem Hasan masih bertahan di lapangan dengan masing-masing 18 run. Nayeem berharap bisa menambah pundi-pundi run. "Kami akan mencoba mencetak sebanyak mungkin run. Jika bisa bertahan lama, itu bagus untuk kami. Bahkan 200 run akan menjadi total yang sangat bagus," katanya.
Sebelumnya, Nayeem tampil impresif dengan 4-33 untuk memborong West Indies di 245 run. Tagenarine Chanderpaul menjadi penyelamat dengan 56 run dari 184 bola, meski akhirnya tersingkir setelah kemitraan 65 run dengan Justin Greaves (46).
Analisis Dampak: Kemenangan West Indies akan menjadi modal psikologis besar bagi tim yang sedang dalam masa transisi. Sebaliknya, kegagalan Bangladesh memanfaatkan kondisi lapangan akan menjadi pukulan telak bagi kepercayaan diri mereka di format Test. Bagi masyarakat penggemar kriket, pertarungan hari keempat diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat West Indies memiliki sejarah kuat dalam mengejar target di Antigua.