DUKA MENDALAM PENULIS TERKENAL, RUMAH SAKIT DIDUGA HALANGI INVESTIGASI KEMATIAN BAYI - Berita Dunia
← Kembali

DUKA MENDALAM PENULIS TERKENAL, RUMAH SAKIT DIDUGA HALANGI INVESTIGASI KEMATIAN BAYI

Foto Berita

Jakarta, BBC News Indonesia — Penulis Nigeria ternama, Chimamanda Ngozi Adichie, melontarkan tuduhan serius terhadap Rumah Sakit Euracare di Lagos. Ia menuding pihak rumah sakit sengaja menghambat proses investigasi (inquest) atas kematian putra bungsunya yang masih balita, Nkanu.

Bayi berusia 21 bulan itu meninggal dunia pada Januari lalu setelah menjalani serangkaian tes diagnostik di Euracare. Adichie mengungkapkan, penyelidikan medis oleh dewan kedokteran setempat sebelumnya sudah menemukan indikasi kuat adanya kelalaian medis di rumah sakit tersebut. Namun, proses inquest yang dijadwalkan pada April mendadak buntu.

Dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, Adichie menulis bahwa Euracare justru mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Federal Nigeria untuk menghentikan penyelidikan. ā€œJika mereka peduli pada kebenaran, kenapa malah menunda, mengaburkan, dan berusaha menghentikan proses hukum?ā€ tulisnya dengan nada frustrasi.

Menurut keterangan kuasa hukum Adichie, Nkanu awalnya dirawat di rumah sakit lain karena penyakit ringan yang memburuk. Rencana transfer ke Amerika Serikat untuk perawatan lanjutan pun sudah disiapkan. Namun, sebelum berangkat, ia harus menjalani pemeriksaan pra-penerbangan di Euracare—termasuk MRI dan pungsi lumbal—yang justru berujung pada kematiannya.

Pihak keluarga menuduh tenaga medis Euracare menolak memberikan oksigen dan memberikan obat penenang berlebihan hingga menyebabkan henti jantung. Sementara itu, pihak rumah sakit membantah semua tuduhan dan menyatakan telah memberikan perawatan sesuai standar internasional. Mereka juga mengaku telah menyampaikan belasungkawa terdalam.

Analisis Dampak: Kasus ini membuka kembali perdebatan soal standar keselamatan pasien di rumah sakit swasta Nigeria. Publik kini mempertanyakan transparansi rumah sakit, terutama ketika berhadapan dengan pasien kelas atas. Jika gugatan Euracare dikabulkan, ini bisa menjadi preseden buruk yang membuat institusi medis kebal terhadap hukum. Sebaliknya, jika inquest dilanjutkan, hasilnya bisa menjadi tolok ukur baru dalam penegakan etika medis di Afrika Barat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook