Pegunungan Alpen kembali bergejolak. Sebuah kereta regional di Swiss selatan dilaporkan tergelincir pada Senin lalu, melukai lima orang, dengan dugaan kuat longsoran salju menjadi pemicunya. Insiden ini terjadi saat wilayah tersebut berada dalam status siaga longsor tertinggi kedua, menambah daftar panjang bahaya yang mengintai di tengah kondisi salju ekstrem.
Kereta nahas tersebut tergelincir dekat kota Goppenstein, Swiss, di ketinggian 1.216 meter di tengah badai salju. Pihak kepolisian menduga, longsoran salju melintasi rel tak lama sebelum kereta lewat, memicu kecelakaan ini. Dari lima korban luka, satu di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan penetapan status siaga longsor level empat (dari lima) di kawasan tersebut. Hal ini mengindikasikan tingkat bahaya longsor yang sangat tinggi dan patut diwaspadai.
Kecelakaan kereta ini bukan satu-satunya tanda bahaya. Dalam beberapa hari terakhir, serangkaian longsor salju mematikan telah terjadi di berbagai wilayah Alpen, menelan korban jiwa para pemain ski di Prancis dan Italia. Misalnya, di Val d’Isere, Prancis, tiga pemain ski tewas tersapu longsor pekan lalu. Sementara itu, Italia melaporkan rekor 13 kematian di pegunungan dalam seminggu, 10 di antaranya karena longsor.
Kondisi sangat berbahaya ini disebabkan oleh gabungan salju segar yang turun deras dan salju yang terbawa angin, bertumpuk di atas lapisan salju lama yang tidak stabil. Para ahli penyelamat Alpine Italia memperingatkan, bahkan pergerakan satu pemain ski atau beban salju alami pun sudah cukup untuk memicu longsor dalam kondisi seperti ini.
Fenomena ini memperlihatkan betapa rapuhnya keseimbangan alam di pegunungan Alpen, khususnya di perbatasan Prancis, Swiss, Austria, dan Italia, saat musim dingin dengan curah salju tinggi. Masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di pegunungan, terutama di lereng yang tidak dikelola, perlu meningkatkan kewaspadaan dan selalu memantau informasi cuaca serta peringatan bahaya dari otoritas setempat. Kecelakaan kereta ini menjadi pengingat serius akan risiko tersembunyi yang bisa muncul kapan saja di tengah keindahan lanskap salju.