Perjalanan diplomatik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ke Timur Tengah membuahkan hasil signifikan. Setelah menandatangani kesepakatan dengan Arab Saudi, Kyiv kini memperkuat kerja sama pertahanan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar. Fokus utamanya? Keahlian Ukraina dalam menumpas drone.
Pada Sabtu lalu, Doha, Qatar, menjadi saksi bisu penandatanganan kesepakatan pertahanan antara Qatar dan Ukraina. Kementerian Pertahanan Qatar menyebut kerja sama ini mencakup pertukaran keahlian, pengembangan investasi bersama, dan teknologi untuk melawan ancaman rudal serta sistem pesawat tak berawak (drone). Tak hanya Qatar, sehari sebelumnya, Zelenskyy juga sudah mencapai kesepahaman serupa dengan UEA dan Arab Saudi.
Kunjungan Zelenskyy kali ini bukan sekadar silaturahmi. Ukraina ingin memanfaatkan pengalamannya yang terbukti efektif menembak jatuh drone-drone buatan Iran yang digunakan Rusia dalam perang. Kyiv bahkan sudah mengirimkan 201 ahli anti-drone ke Timur Tengah. Dmitry Medvedenko dari Al Jazeera melaporkan, Ukraina menawarkan solusi anti-drone yang sangat hemat, sekitar $2.000 per drone yang dijatuhkan. Bandingkan dengan sistem rudal Patriot atau THAAD yang biasa digunakan negara-negara Teluk, di mana satu rudal Patriot saja bisa mencapai $4 juta.
Negara-negara Teluk memang sedang pusing menghadapi serangan drone dan rudal Iran. Meskipun Teheran bersikeras targetnya hanya aset AS sebagai balasan atas konflik AS-Israel di Iran, namun serangan itu jelas membahayakan warga sipil dan memicu ketegangan regional. Di sinilah tawaran Ukraina menjadi sangat menarik.
Dari sisi Ukraina, kerja sama ini juga ibarat "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui." Selain mendapatkan dukungan diplomatik dan potensi investasi, Kyiv juga berharap bisa menukar teknologi anti-drone-nya dengan rudal pertahanan udara mahal yang dimiliki negara-negara Teluk. Ukraina sangat membutuhkan sistem pertahanan udara tersebut untuk menghadapi gempuran rudal Rusia yang hampir setiap hari menyerang negaranya sejak invasi skala penuh di tahun 2022. Ini adalah skema "barter" yang menguntungkan kedua belah pihak: Ukraina membantu mengamankan Teluk, dan Teluk membantu Ukraina mengamankan langitnya.
Kesepakatan ini membuka babak baru dalam dinamika keamanan regional dan menunjukkan bagaimana pengalaman pahit Ukraina dalam menghadapi perang modern bisa diubah menjadi kekuatan diplomatik dan strategis. Bagi masyarakat di negara-negara Teluk, kerja sama ini menawarkan harapan akan langit yang lebih aman dengan biaya yang lebih efisien, sekaligus memperkuat posisi Ukraina sebagai pemain kunci dalam teknologi pertahanan anti-drone global.