Legenda tenis dunia, Serena Williams, akan kembali bertanding setelah hampir empat tahun absen. Petenis berusia 44 tahun itu akan turun di nomor ganda putri turnamen Queen's Club di London yang dimulai pada 8 Juni. Ia mendapat wildcard dan akan berpasangan dengan remaja Kanada berusia 19 tahun, Victoria Mboko.
Serena terakhir kali tampil di US Open 2022 sebelum memutuskan 'berevolusi' dari tenis. Namun, rumor kembalinya ia mulai mencuat setelah namanya muncul di daftar pendaftaran tes doping pada tahun lalu dan akhirnya dikonfirmasi lewat unggahan media sosial pada Senin lalu.
Dengan 23 gelar Grand Slam tunggal, Serena adalah pemain dengan koleksi terbanyak di era Open dan terbanyak kedua sepanjang masa setelah Margaret Court (24 gelar). Ia juga menghabiskan 319 pekan di puncak peringkat dunia dan meraih 73 gelar tunggal WTA. Bersama saudarinya, Venus Williams, ia memenangkan 14 gelar ganda Grand Grand Slam tanpa pernah kalah di final. Ia juga mengoleksi tiga emas Olimpiade di nomor ganda dan satu emas tunggal dari London 2012.
Analisis Dampak dan Informasi Tambahan: Kembalinya Serena Williams bukan sekadar nostalgia. Langkah ini langsung mengguncang jagat tenis dan industri olahraga global. Bagi turnamen Queen's Club yang biasanya didominasi pemain putra, kehadiran Serena mendongkrak nilai komersial dan perhatian media secara instan. Namun, keputusan memulai dari nomor ganda di atas rumput menunjukkan pendekatan hati-hati. Tubuh sudah tidak muda lagi, dan rumput adalah permukaan paling licin serta berbahaya bagi persendian. Jika ia tampil meyakinkan di Queen's, pintu menuju Wimbledon (yang dimulai tiga pekan setelahnya) akan terbuka lebar. Wimbledon adalah rumah spiritual Serena dengan tujuh gelar tunggal dan tujuh gelar ganda. Bayangan duel melawan bintang muda seperti Iga Swiatek atau Coco Gauff di lapangan rumput suci All England Club akan menjadi magnet luar biasa bagi rating televisi dan tiket pertandingan. Pertanyaan besarnya: apakah ini sekadar 'one-off appearance' atau awal dari 'comeback sesungguhnya'?