Ketegangan antara Ukraina dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara blak-blakan menyebut sikap Presiden AS Donald Trump yang cenderung memihak Rusia sebagai hal yang menyakitkan. Pernyataan ini muncul di tengah kesepakatan kontroversial soal diesel antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dianggap Kyiv sebagai pukulan telak bagi aliansi mereka.
Situasi makin rumit setelah layanan satelit Starlink/Starshield sempat dilaporkan terganggu pada 13-14 Oktober lalu. Gangguan ini sempat membuat operasi militer Ukraina kacau balau, meski layanan akhirnya pulih. Isu yang beredar menyebut gangguan tersebut merupakan tekanan dari Gedung Putih, meski hal ini belum terkonfirmasi resmi. Zelenskyy bahkan menuduh Washington masih membatasi akses Starlink dan berencana memberi konsesi baru untuk Rusia.
Meski begitu, hubungan AS-Ukraina tidak sepenuhnya putus. Skema di mana Eropa membiayai senjata AS untuk dikirim ke Ukraina masih berjalan, dan AS tetap berbagi intelijen meski ada laporan sebagian info krusial ditahan. Trump juga sempat mundur dari usulan kontroversial seperti pengakuan Krimea sebagai wilayah Rusia atau memaksa Kyiv mundur dari Donbas. Namun, ancaman nyata tetap ada: Rusia terus menggempur infrastruktur kritis Ukraina dengan rudal balistik dan drone, memaksa negara itu bersiap menghadapi musim dingin yang berat.