ODM TERBELAH, WARISAN RAILA ODINGA DIUJI - Berita Dunia
← Kembali

ODM TERBELAH, WARISAN RAILA ODINGA DIUJI

Foto Berita

Setahun setelah kepergian Raila Odinga, partai yang ia pimpin selama puluhan tahun, Orange Democratic Movement (ODM), kini berada di persimpangan jalan. Konflik internal pecah terkait kerja sama partai dengan Presiden William Ruto, memicu pertanyaan besar: apakah oposisi Kenya masih bisa menjadi kekuatan yang kredibel tanpa sosok sentral yang selama ini menyatukan mereka?

Pemicu utama perpecahan adalah pemecatan Sekretaris Jenderal ODM, Edwin Sifuna, yang menolak kerja sama lebih dekat dengan pemerintahan Ruto. Perselisihan ini bukan sekadar soal orang, melainkan soal identitas partai: bisakah ODM bekerja sama dengan pemerintah namun tetap independen dalam mengawasi dan mengkritik?

Pengamat politik, Profesor Herman Manyora, menilai kepergian Raila meninggalkan kekosongan yang belum terisi. "Setahun setelah kematian Raila, dia tetap hidup dalam ingatan. Seolah-olah kita menganggap Raila tidak akan mati," ujarnya. Menurutnya, oposisi kini terpecah karena tidak ada figur yang mampu merangkul berbagai kepentingan yang berbeda.

Keputusan Raila untuk bekerja sama dengan Ruto pada 2024, di tengah gelombang protes nasional menolak RUU Keuangan, menjadi salah satu bab paling kontroversial dalam karier politiknya. Langkah itu memicu kekecewaan, terutama dari kalangan muda Kenya yang menggelar demonstrasi besar-besaran.

Dampaknya bagi masyarakat Kenya sangat nyata. Tanpa sosok pemersatu seperti Raila, suara oposisi berisiko terpecah dan melemah, sehingga fungsi kontrol terhadap pemerintah tidak berjalan optimal. Ini bisa berdampak pada kualitas demokrasi dan akuntabilitas publik di Kenya ke depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook