Antalya, Turkiye – Timnas Iran berhasil mengalahkan Mali dengan skor 2-0 dalam laga uji coba terakhir mereka di Antalya, Turkiye, Kamis (5/6/2025). Kemenangan ini menjadi suntikan moral positif jelang keberangkatan skuad 'Team Melli' ke kamp base mereka di Meksiko untuk Piala Dunia 2026.
Dua gol kemenangan Iran dicetak oleh gelandang Saeid Ezatolahi dan bek kanan Ramin Rezaeian di masing-masing babak. Hasil ini membuat catatan uji coba Iran di Antalya tahun ini menjadi tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Yang menarik, laga ini menjadi satu-satunya pertandingan kompetitif bagi para pemain yang berlaga di liga domestik Iran. Pasalnya, kompetisi lokal sempat dihentikan menyusul serangan udara AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu yang memicu ketegangan regional.
Meski kemenangan ini membanggakan, kabar terpenting justru datang dari meja birokrasi. Pejabat Iran mengonfirmasi bahwa skuad sudah mendapatkan visa Meksiko dan akan berangkat ke Tijuana pada akhir pekan ini. Namun, masalah visa Amerika Serikat (AS) masih menggantung.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengaku khawatir karena visa AS belum juga keluar. Padahal, Iran akan memainkan pertandingan grup mereka di AS, melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memang sudah menyatakan tidak ada masalah bagi pemain Iran untuk masuk. Namun, Washington dengan tegas melarang staf atau ofisial yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk ikut serta. Baik AS maupun Kanada menganggap IRGC sebagai organisasi teroris.
Analisis Dampak: Situasi ini sangat krusial bagi Iran. Jika masalah visa tidak segera rampung, bukan tidak mungkin partisipasi mereka di Piala Dunia akan terganggu. Kemenangan di lapangan hijau menjadi sia-sia jika urusan di meja imigrasi belum beres. Publik sepak bola dunia pun mulai mempertanyakan apakah politik akan kembali mencampuri gelaran olahraga terbesar di muka bumi ini.