Pemilihan Presiden Brasil 2026 memasuki babak krusial. Luiz Inacio Lula da Silva dan Flavio Bolsonaro berebut suara di putaran kedua yang digelar Minggu (4/10). Keduanya menggelar kampanye terakhir dengan gaya berbeda: Lula menyapa pendukung di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, sambil mengibarkan bendera Brasil. Sementara Bolsonaro mengumpulkan ratusan pengendara motor berbaju kuning di Minas Gerais.
Lula, 80 tahun, menyerang lawannya soal kedekatan dengan Amerika Serikat. "Rakyat harus memilih orang yang mencium bendera nasional atau yang mencium bendera Amerika," ujarnya. Ia mencalonkan diri untuk periode keempat non-berurutan.
Bolsonaro, senator dan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, meraih 47 persen suara di putaran pertama, unggul tipis dari Lula (45 persen). Survei terbaru CNT/MDA menunjukkan Bolsonaro 46,3 persen dan Lula 45 persen, dengan margin error 2,2 poin. Persaingan sangat ketat.
Kampanye penuh ketegangan ini mengungkap perpecahan mendalam soal ekonomi, kriminalitas, dan masa depan politik. Bolsonaro berjanji menambah lapas dan memangkas belanja pemerintah. Ayahnya, Jair Bolsonaro, kini menjalani hukuman 27 tahun penjara karena upaya kudeta setelah kalah dari Lula pada 2022.
Debat terakhir Jumat lalu berlangsung lebih tenang, meski keduanya saling tuduh soal kesulitan ekonomi. Namun sebagian pemilih mengaku sulit menentukan pilihan. "Kami terjebak memilih antara yang terburuk, mengerikan, dan yang paling tidak buruk," kata Gabriela Ribeiro Viana, penyelenggara acara, kepada AFP.
Analisis dampak: Hasil putaran kedua ini akan menentukan arah politik Brasil dan stabilitas kawasan Amerika Latin. Kemenangan Lula berarti kelanjutan kebijakan sayap kiri yang fokus pada program kesejahteraan. Sebaliknya, kemenangan Bolsonaro akan mendorong Brasil ke kanan, sejalan dengan tren regional. Bagi masyarakat, ketegangan politik berpotensi memicu polarisasi sosial dan ketidakpastian investasi. Media lain seperti Reuters dan BBC juga menyoroti tingginya angka golput dan potensi sengketa hasil jika selisih suara tipis.