Elon Musk resmi mencatatkan diri sebagai triliuner pertama di dunia setelah saham perusahaannya, SpaceX, melesat tajam saat pertama kali diperdagangkan di bursa Nasdaq, Jumat lalu. Kapitalisasi pasar SpaceX langsung menyentuh angka 2,2 triliun dolar AS, menjadikannya debut pasar saham terbesar sepanjang sejarah.
Kekayaan bersih Musk kini mencapai 1,11 triliun dolar AS, berdasarkan data Bloomberg. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan 42% saham SpaceX yang nilainya mencapai 767,1 miliar dolar AS. Selain itu, ia juga masih menggenggam saham Tesla senilai 168 miliar dolar AS dan opsi saham Tesla lainnya.
Namun, status triliuner ini langsung memicu perdebatan sengit tentang kesenjangan ekonomi global. Kekayaan Musk disebut setara dengan total produk domestik bruto (PDB) Polandia atau Swiss. Senator AS Bernie Sanders dan Elizabeth Warren mengecam pencapaian ini dan menyerukan penerapan pajak kekayaan.
Di sisi lain, pengaruh politik Musk kian meluas. Ia sempat memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan (Doge) dan bertanggung jawab atas penutupan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). Sebuah studi di jurnal Lancet memperingatkan kebijakan pemotongan anggaran ala Musk bisa menyebabkan lebih dari 14 juta kematian tambahan pada 2030.
Meski begitu, perlu dicatat bahwa status triliuner Musk masih 'di atas kertas' karena kekayaannya hampir seluruhnya berbentuk saham. Ia tidak bisa menjual saham SpaceX-nya setidaknya selama satu tahun ke depan. Kabar baiknya, IPO SpaceX ini juga berpotensi menciptakan ribuan jutawan baru dari 4.400 karyawan aktif dan mantan karyawan yang memiliki saham perusahaan.