JAKARTA - Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, selangkah lagi menuju gelar juara dunia Formula 1 pertamanya. Pebalap berusia 20 tahun itu baru saja memenangi seri balap di Austin, Texas, Minggu (19/10) waktu setempat, dan kini memimpin klasemen dengan keunggulan 123 poin atas rekan setimnya, George Russell.
Kemenangan di Sirkuit of the Americas ini menjadi yang kesembilan bagi Antonelli musim ini. Ia finis terdepan dengan catatan waktu 1 jam 35 menit 16,650 detik, unggul jauh 13 detik lebih dari Charles Leclerc dari Ferrari yang harus puas di posisi kedua.
Dengan sisa lima seri balap, Antonelli belum sepenuhnya mengunci gelar. Namun, ia bisa memastikan diri menjadi juara dunia di seri berikutnya di Meksiko akhir pekan depan, dengan syarat Russell gagal menang di sirkuit tersebut. Jika Russell tidak finis pertama di Meksiko, gelar juara akan otomatis menjadi milik Antonelli.
Strategi cerdik tim Mercedes menjadi kunci kemenangan Antonelli. Saat pembalap lain memilih masuk pit dua kali, Antonelli bertahan di lintasan hingga putaran ke-25 dan tidak kembali ke pit. Strategi satu kali pit stop ini terbukti efektif membawanya menyentuh garis finis pertama.
"Ini cara sempurna untuk mengakhiri akhir pekan. Kerja sama tim luar biasa, terutama strategi yang percaya pada saya untuk mengambil risiko satu kali pit," ujar Antonelli usai balapan, seperti dikutip dari laman resmi F1.
Sementara itu, juara bertahan Max Verstappen harus puas finis ketiga. Pembalap Red Bull itu mengakui performa mobilnya tidak cukup kompetitif di Austin. "Kecepatan kami secara keseluruhan tidak cukup baik, dan ban yang tersedia juga tidak tepat," kata Verstappen. Hasil ini memastikan Verstappen gagal mempertahankan gelarnya setelah empat musim berturut-turut juara.
Di klasemen konstruktor, Mercedes semakin kokoh di puncak dengan mengumpulkan 607 poin, unggul 133 poin dari Ferrari di posisi kedua. Bos tim Mercedes, Toto Wolff, memuji penampilan anak asuhnya itu. "Ini adalah balapan seorang juara yang belum menjadi juara, tapi luar biasa. Saya rasa dia tampil melampaui kemampuan mobilnya," ujar Wolff.