PARIS - Maja Chwalinska, petenis putri asal Polandia, menorehkan sejarah di ajang Grand Slam Perancis Terbuka (Roland Garros). Ia sukses melaju ke babak final setelah mengalahkan Diana Shnaider asal Rusia dengan skor 7-6 (4), 6-4, Kamis (6/6) waktu setempat.
Keberhasilan Chwalinska ini tergolong luar biasa. Pasalnya, ia memulai kompetisi dari babak kualifikasi. Ia menjadi petenis kedua di Era Terbuka yang mampu menembus final turnamen Grand Slam dari jalur kualifikasi. Sebelumnya, Emma Raducanu melakukannya saat menjuarai US Open 2021.
Lebih spesifik lagi, Chwalinska adalah petenis pertama yang mencapai final Roland Garros dari babak kualifikasi sejak era profesional dimulai pada 1968. Petenis berusia 24 tahun itu hanya butuh tiga turnamen Grand Slam untuk mencapai pencapaian ini.
Perjalanan Epik
Chwalinska menjalani laga semifinal yang dramatis. Ia memastikan kemenangan pada match point pertama dengan pukulan forehand keras menyusuri garis. Selepas memenangkan poin, ia jatuh terduduk dan menutup wajahnya dengan handuk, tak percaya dengan apa yang diraihnya.
“Ini seperti mimpi. Jujur, saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya tidak bisa berkata-kata. Biarkan saya menikmati momen ini sekarang,” ujar Chwalinska dalam wawancara di lapangan usai pertandingan.
Sepanjang turnamen, Chwalinska hanya kehilangan satu set dalam sembilan pertandingan, termasuk babak kualifikasi. Ia bahkan sukses mengalahkan empat pemain peringkat 50 besar dunia di babak utama.
Dampak dan Bonus Fantastis
Kesuksesan Chwalinska langsung mengubah posisinya di papan peringkat dan rekening bank. Jika berhasil menjuarai turnamen, peringkatnya akan melesat dari posisi 114 ke nomor 14 dunia. Secara finansial, ia sudah mengantongi 1,4 juta euro (sekitar Rp 24,5 miliar) hanya dengan melaju ke final. Angka itu akan berlipat ganda menjadi 2,8 juta euro (sekitar Rp 49 miliar) jika ia mampu mengalahkan lawannya di final.
Di partai puncak, Chwalinska akan berhadapan dengan Mirra Andreeva, petenis remaja Rusia berusia 19 tahun. Andreeva melaju ke final setelah mengalahkan Marta Kostyuk 6-1, 6-3. Pertandingan final akan digelar pada Sabtu (8/6) di Lapangan Philippe-Chatrier.
Analisis Dampak
Kisah Chwalinska menjadi bukti bahwa peringkat bukanlah segalanya dalam tenis. Keberhasilannya dari babak kualifikasi mengirimkan pesan inspiratif kepada petenis-petenis muda, terutama yang belum memiliki peringkat tinggi. Kisah ini juga mengingatkan publik pada fenomena Emma Raducanu yang mengguncang dunia tenis pada 2021. Jika Chwalinska menang, ia akan menyamai prestasi Raducanu dan menegaskan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia olahraga.