AS MESRAKAN EROPA DI MSC, BUNGKUS RETAKAN LAMA? - Berita Dunia
← Kembali

AS MESRAKAN EROPA DI MSC, BUNGKUS RETAKAN LAMA?

Foto Berita

Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, tampil di Konferensi Keamanan Munich (MSC) dengan pesan yang lebih lembut dan ramah bagi para pemimpin Eropa. Sabtu lalu, Rubio menegaskan Washington dan Eropa 'saling membutuhkan' dan berharap benua biru ini kuat serta bisa bertahan. Ia bahkan menyatakan AS di bawah Trump ingin memimpin 'pembaruan dan pemulihan' global, dan meski siap sendirian, lebih memilih 'bersama dengan Anda, teman-teman di Eropa'.

Nada bicara Rubio ini memang lebih menenangkan ketimbang Wakil Presiden AS, JD Vance, tahun lalu yang sempat bikin geger sekutu Eropa dengan kritik pedasnya soal imigrasi dan kebebasan berpendapat. Namun, jangan salah. Meski terkesan akur, Rubio tetap menyentil Eropa terkait migrasi massal, menyebutnya bisa memicu 'penghapusan peradaban' dan 'mengganggu stabilitas' Barat—persis seperti yang sering diulang pejabat AS lainnya.

Ketegangan lama antara kedua sekutu yang dulunya sangat erat ini ternyata masih membekas. Para pemimpin Eropa, misalnya, masih merasa gerah dengan keinginan Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Denmark yang juga anggota NATO.

Di tengah situasi ini, para pemimpin Eropa di MSC justru menunjukkan komitmen kuat untuk menanggung beban pertahanan NATO lebih besar. Langkah ini dinilai esensial untuk menghadapi agresivitas Rusia, terutama saat perang di Ukraina sudah memasuki tahun kelima yang melelahkan. Kepala NATO, Mark Rutte, bahkan mengatakan 'Eropa yang kuat dalam NATO yang kuat berarti ikatan transatlantik akan lebih kokoh dari sebelumnya.'

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang hadir sejak Jumat dan menyatakan dukungan penuh untuk Ukraina, menegaskan 'ini adalah saat yang tepat bagi Eropa yang kuat' dan sedang 'membangun arsitektur keamanannya sendiri.' Eropa yang mandiri ini, menurut Macron, 'akan menjadi sekutu dan mitra yang baik bagi Amerika Serikat.' Senada, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mendesak Eropa 'siap bertarung, melakukan apa pun untuk melindungi rakyat, nilai-nilai, dan cara hidup kita,' serta mengurangi ketergantungan dan menciptakan 'NATO yang lebih Eropa.'

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengakui adanya 'keretakan' hubungan Eropa dan AS akibat perang budaya, namun ia menyerukan Washington untuk 'bersama memperbaiki dan menghidupkan kembali kepercayaan transatlantik.' Merz mengingatkan, di era persaingan kekuatan besar, 'bahkan Amerika Serikat tidak akan cukup kuat untuk melangkah sendirian.' Semua ini terjadi di tengah kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang juga hadir di Munich untuk bertemu sejumlah sekutu, sementara pejabat Rusia tidak diundang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook