Ribuan warga Kuba baru-baru ini tumpah ruah di jalanan dalam sebuah pawai besar, bukan hanya untuk memperingati pahlawan nasional Jose Marti, tetapi juga untuk melayangkan pesan tegas kepada kepemimpinan Amerika Serikat di bawah Donald Trump.
Jose Marti sendiri adalah sosok penting yang berjasa besar dalam perjuangan pembebasan Kuba dari cengkeraman Spanyol. Namun, pawai yang dipadati massa ini memiliki makna lebih dalam. Para peserta dengan lantang menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk campur tangan Washington di negara mereka. Mereka bahkan menegaskan bahwa Amerika Latin tak akan lagi menjadi 'halaman belakang' milik siapa pun, khususnya Amerika Serikat.
Aksi ini secara gamblang menunjukkan ketegangan yang masih membara antara Kuba dan AS, khususnya di era kepemimpinan Trump yang cenderung memperketat sanksi dan retorika keras terhadap Havana. Pesan 'halaman belakang' ini sangat kuat, mengingat sejarah panjang intervensi AS di wilayah tersebut. Solidaritas yang ditunjukkan warga Kuba ini mencerminkan semangat perlawanan dan keinginan kuat untuk menjaga kedaulatan di tengah tekanan geopolitik yang terus berlanjut.