Sebuah video kampanye publik tentang consent (persetujuan) di Irlandia menuai kontroversi dan akhirnya ditarik dari peredaran. Iklan yang diproduksi Dublin Rape Crisis Centre (DRCC) itu menampilkan sosok kakek-nenek yang antusias memeluk cucu laki-lakinya, namun sang cucu perempuan terlihat tidak nyaman saat hendak dipeluk. Pesan yang diusung: 'Tidak semua orang ingin dipeluk. Bahkan dari orang yang mencintai mereka.'
Menteri Kehakiman Irlandia Jim O'Callaghan menilai iklan tersebut tidak pantas dan merendahkan martabat para lansia. Menurutnya, video itu tidak mewakili pandangan pemerintah meski kampanye 'We-Consent' didanai oleh departemennya. DRCC pun akhirnya menarik video dari kanal media sosial mereka sambil mengevaluasi dampaknya.
Kritik juga datang dari Senator Gareth Scahill yang menyoroti penggunaan uang publik untuk iklan yang dinilai kurang matang dan berpotensi menyinggung populasi lanjut usia. Meski begitu, ia mengakui pentingnya edukasi soal consent. Kasus ini sempat ramai diperbincangkan hingga media internasional seperti New York Post, memicu diskusi soal batas privasi tubuh versus sensitivitas budaya terhadap hubungan keluarga.