Ketegangan di Timur Tengah kian membara menyusul serangan Iran terhadap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Khaled Batarfi, seorang analis politik terkemuka dari Arab Saudi, memberikan pandangan pedasnya terkait insiden ini.
Menurut Batarfi, tindakan yang dilakukan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap negara-negara Teluk sama sekali tidak masuk akal. "Mereka (IRGC) tidak berpikir, mereka hanya menekan tombol," ujarnya, menyiratkan bahwa serangan ini dilakukan tanpa strategi atau tujuan yang jelas, hanya berdasarkan impuls semata.
Kecaman Batarfi tidak berhenti di situ. Ia menegaskan bahwa manuver Iran ini telah memicu kemarahan mendalam di kalangan negara-negara GCC. Padahal, banyak di antara negara-negara ini justru selama ini berupaya keras untuk meredakan tensi dan melobi agar tidak terjadi konflik bersenjata.
Analisis Batarfi ini menyoroti pola perilaku Iran yang dianggap impulsif dan berisiko tinggi. Serangan semacam ini, yang disebutnya sebagai tindakan tanpa pikir panjang, berpotensi serius menggoyahkan stabilitas regional yang memang sudah rapuh. Jika terus berlanjut, tindakan Teheran dapat merusak upaya diplomasi yang sedang berjalan, memperdalam perpecahan antarnegara, dan bahkan mengancam jalur pelayaran vital serta pasokan energi global yang melintasi kawasan Teluk. Kekhawatiran akan eskalasi konflik menjadi nyata, mengingat sejarah panjang ketegangan antara Iran dan sejumlah negara GCC yang kerap memanas.