FOTO BERSAMA G20 BUBAR, DIPLOMASI DUNIA RETAK - Berita Dunia
← Kembali

FOTO BERSAMA G20 BUBAR, DIPLOMASI DUNIA RETAK

Foto Berita

Atlanta, AS — Tradisi foto bersama para menteri luar negeri G20 resmi dibatalkan dalam pertemuan di Atlanta, Amerika Serikat. Alasannya, para pejabat Eropa menolak berpose bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang masih menjadi sasaran sanksi Barat akibat invasi Ukraina 2022.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan tidak akan ada foto keluarga yang menampilkan mitra Eropa bersama Lavrov. Sikap ini menunjukkan perpecahan mendalam di tubuh G20, forum ekonomi utama dunia yang seharusnya menjadi wadah dialog lintas kepentingan.

Lavrov tetap hadir di Atlanta dan dikabarkan akan memanfaatkan pidatonya untuk menyerang kebijakan sanksi internasional. Sementara itu, Ukraina tidak diundang dalam pertemuan ini. Seorang sumber diplomatik menegaskan kehadiran Rusia di G20 sama sekali tidak melegitimasi tindakannya.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas berjanji mendorong mitra G20 memperkuat dukungan bagi Ukraina, termasuk melalui tribunal khusus dan komisi klaim. Desakan ini muncul setelah serangan Rusia ke stasiun kereta Ukraina menewaskan sedikitnya 14 orang pada hari yang sama.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pembukaan pertemuan meminta anggota G20 bekerja sama mengatasi krisis ekonomi dan geopolitik yang mengancam perdagangan global, energi, pangan, dan kebebasan navigasi. Iran memblokir Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel dimulai akhir Februari, memicu lonjakan harga energi dunia.

Tidak ada pernyataan bersama yang diharapkan dari pertemuan ini. Sumber diplomatik menyebut Washington akan menerbitkan ringkasan ketua sebagai gantinya. Seorang diplomat bahkan menilai G20 sudah tidak lagi menjadi forum yang mampu mencapai kesepakatan pernyataan bersama di tingkat menteri luar negeri.

Pertemuan Atlanta menjadi pertemuan menteri terakhir dalam presidensi G20 AS sebelum para pemimpin berkumpul di Miami pada 14-15 Desember mendatang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook