Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani baru saja menuntaskan serangkaian pertemuan penting dengan pejabat tinggi Amerika Serikat di Washington DC. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan upaya serius untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor pertahanan dan keamanan energi, di tengah gejolak Timur Tengah yang kian memanas akibat konflik AS-Israel versus Iran.
Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Scott Bessent, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, fokus utama perbincangan adalah penguatan "kemitraan strategis yang erat" antara Doha dan Washington. Kementerian Luar Negeri Qatar menyebutkan bahwa kemitraan pertahanan menjadi sorotan khusus mengingat situasi di kawasan.
Kedua belah pihak juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan energi global, terutama aliran gas alam cair (LNG) dari Qatar ke pasar internasional, demi menjamin keamanan energi dunia. Vance bahkan memuji peran aktif Qatar dalam menjaga stabilitas regional dan memperkuat keamanan energi.
Situasi di Teluk memang sedang genting. Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu, lebih dari 3.000 korban jiwa berjatuhan, mayoritas di Iran dan Lebanon. Iran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, meski bersikeras targetnya adalah aset AS. Namun, pemimpin kawasan mendesak Iran menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil.
Ironisnya, fasilitas gas utama Qatar, Ras Laffan Industrial City, juga sempat mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal Iran awal bulan ini. Konflik ini diperparah dengan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital yang dilewati seperlima pasokan minyak dunia, memicu krisis energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebelumnya, pada Rabu, Kabinet Qatar telah tegas mengutuk serangan Iran terhadap Qatar dan negara tetangga, serta menyerukan penghentian segera. Pertemuan di Washington ini pun menjadi sinyal kuat komitmen kedua negara untuk berkoordinasi menghadapi tantangan regional dan global demi menjaga keamanan dan stabilitas.