GAZA TAK PERNAH TENANG, SERANGAN ISRAEL TERUS MAKAN KORBAN - Berita Dunia
← Kembali

GAZA TAK PERNAH TENANG, SERANGAN ISRAEL TERUS MAKAN KORBAN

Foto Berita

Meski gencatan senjata sudah berjalan setahun, situasi di Gaza masih jauh dari kata aman. Serangan udara Israel kembali terjadi dan menelan korban jiwa, termasuk anak-anak. Insiden terbaru terjadi di Kota Gaza, tepatnya di samping Sekolah Cairo, kawasan Al-Rimal. Sebuah rudal menghantam sekelompok warga sipil dan menewaskan tiga orang, salah satunya anak-anak.

Di lokasi terpisah, tepatnya di Kota Khan Younis, wilayah selatan Gaza, sebuah serangan drone dilaporkan menyasar posisi petugas kepolisian. Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas menyebut lima polisi tewas dalam serangan itu saat mereka sedang menjalankan tugas rutin. Korban berusia antara 23 hingga 53 tahun. Pihak kementerian menyebut insiden ini sebagai 'pembantaian mengerikan' yang dilakukan pasukan Israel.

Militer Israel mengklaim telah melakukan dua serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai 'operasi militer', namun hingga kini belum memberikan bukti atau keterangan lebih lanjut. Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata Oktober tahun lalu, sudah ada 1.580 orang yang tewas akibat serangan udara yang terus berlanjut hampir setiap hari. Angka ini dianggap kredibel oleh PBB.

Di balik konflik yang tak kunjung usai, rencana perdamaian yang dimediasi oleh pemerintahan Trump dilaporkan mandek. Gencatan senjata sebelumnya sempat membebaskan ribuan tahanan Palestina dan seluruh 48 sandera yang tersisa di Gaza. Namun, perang yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu—yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang—telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar. Tercatat, total 74.594 orang tewas di Gaza sejak konflik dimulai.

Dampak bagi masyarakat Gaza semakin berat. Selain ancaman serangan yang tak berhenti, krisis pangan juga membayangi. Program Pangan Dunia (WFP) terpaksa memangkas bantuan ke Gaza akibat kekurangan dana. Situasi ini diperparah dengan mandeknya proses perdamaian, membuat warga sipil terus menjadi korban di tengah ketidakpastian.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook