Celine Haidar, mantan pesepakbola timnas Lebanon, membuktikan bahwa semangat juangnya tak pernah padam meski maut nyaris merenggut nyawanya. Perempuan 21 tahun itu selamat dari serangan udara Israel di Beirut yang membuatnya koma dan lumpuh sebagian. Kini, ia bangkit kembali ke lapangan hijau, bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih muda. Celine menolak menyerah pada mimpinya dan memilih menginspirasi generasi baru lewat sepak bola.
Kisah Celine menjadi cermin kerasnya dampak konflik bersenjata terhadap warga sipil, terutama atlet muda yang seharusnya fokus mengejar prestasi. Meski kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya, ia tetap aktif mengasah kemampuan para pemain muda. Langkah ini tak hanya membangun kembali kepercayaan dirinya, tetapi juga memberi harapan bagi komunitas olahraga Lebanon yang sering terpuruk akibat situasi keamanan. Media lain melaporkan bahwa cedera Celine sempat memicu gelombang solidaritas dari sesama atlet dan penggemar di media sosial, yang menuntut perlindungan lebih baik bagi olahragawan di zona konflik.