SERANGAN HACKER SENTUH KULKAS DARAH PASIEN - Berita Dunia
← Kembali

SERANGAN HACKER SENTUH KULKAS DARAH PASIEN

Foto Berita

Otoritas Prancis mengonfirmasi bahwa lemari pendingin di fasilitas medis yang digunakan untuk menyimpan darah donor ikut terkena dampak gelombang serangan siber belakangan ini. Lembaga Darah Prancis (EFS) menyebut ruang pendingin penyimpanan darah sempat diretas hingga suhunya berpotensi naik, namun staf bergerak cepat menyelamatkan pasokan darah. EFS menegaskan tidak ada dampak kesehatan maupun kehilangan produk darah akibat insiden tersebut.

Sebelumnya, serangan serupa diketahui hanya menyasar supermarket di sejumlah negara Eropa. Di dunia maya, kelompok hacktivis Rusia seperti Noname057(16) dan Z-Pentest Alliance sempat mengklaim berhasil membobol sistem perusahaan Danfoss, memicu spekulasi bahwa mereka berada di balik serangan kulkas ini. Meski begitu, para analis belum menyimpulkan siapa pelakunya. Selain kelompok Rusia, para ahli tidak menutup kemungkinan aktor hacktivis Iran, peretas yang didukung negara, hingga remaja iseng sebagai pelaku.

Untuk membongkar dalang di balik serangan ini, sejumlah firma keamanan siber memasang "honeypot" alias jebakan digital berupa perangkat lunak kulkas palsu. Jebakan ini sengaja dibuat tampak rentan agar peretas terpancing dan aktivitasnya bisa dipantau dengan aman. Dari pantauan tersebut, gelombang serangan kedua yang menghantam sejumlah negara Eropa dinilai sangat terarah. Ryan Dewhurst dari perusahaan keamanan siber Previdian menyebut serangan yang terjadi serentak menunjukkan adanya perencanaan dan koordinasi matang. Titik masuk perangkat lunak kulkas yang terdampak memang mudah dieksploitasi karena perlindungannya lemah, namun peretas tetap butuh waktu mengumpulkan alamat IP publik perangkat hingga menyusun daftar target. Menariknya, firma keamanan Lupovis yang berbasis di Strathclyde mendeteksi aktivitas pemindaian peretas 10 hari sebelum serangan gelombang kedua terjadi. Bagi masyarakat, insiden ini menjadi pengingat bahwa perangkat medis yang terhubung internet juga rawan disusupi, sehingga rumah sakit dan lembaga penyedia darah perlu memperketat keamanan sistem pendingin mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook