SKANDAL JEFFREY EPSTEIN TERUS HANTUI INGGRIS, POLITIKUS MUNDUR - Berita Dunia
← Kembali

SKANDAL JEFFREY EPSTEIN TERUS HANTUI INGGRIS, POLITIKUS MUNDUR

Foto Berita

Politisi senior Inggris, Peter Mandelson (72 tahun), secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari House of Lords, parlemen tinggi Inggris. Keputusan ini akan berlaku efektif hari Rabu ini, menyusul serangkaian tekanan publik dan prospek penyelidikan kriminal terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seks yang telah meninggal.

Tekanan terhadap Mandelson, yang merupakan mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat dan figur penting di Partai Buruh, memuncak setelah rilis kumpulan dokumen baru pemerintah AS terkait Epstein. Dokumen-dokumen ini mengungkap email dari Mandelson kepada Epstein yang berisi wawasan politik, bahkan informasi yang sangat sensitif terhadap pasar selama krisis keuangan 2008. Para pengamat menilai, tindakan ini berpotensi melanggar hukum. Kepolisian Inggris pun telah menyatakan sedang mengevaluasi laporan dugaan pelanggaran ini untuk menentukan apakah kasus tersebut memenuhi ambang batas pidana yang memerlukan penyelidikan.

Selain itu, berkas-berkas yang terkuak juga mencakup dokumen bank yang mengindikasikan adanya transfer puluhan ribu dolar dari Epstein ke rekening yang terhubung dengan Mandelson atau pasangannya, Reinaldo Avila da Silva. Menanggapi hal ini, Mandelson mengaku tidak mengingat adanya transaksi tersebut dan berjanji akan menelusuri kembali dokumen-dokumen itu.

Materi tambahan lainnya juga menunjukkan email-email yang mengindikasikan hubungan persahabatan antara kedua pria ini, bahkan setelah Epstein divonis atas kasus kejahatan seks pada tahun 2008. Sebuah foto yang memperlihatkan Mandelson dalam pakaian dalam bersama seorang wanita dengan wajah disamarkan oleh otoritas AS turut menjadi bagian dari dokumen yang terungkap. Mandelson sendiri menyatakan kepada BBC bahwa ia tidak dapat mengingat lokasi atau identitas wanita tersebut, serta situasi di balik foto itu.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam rapat kabinetnya pada hari Selasa, mengaku 'terkejut' dengan informasi mengenai Mandelson. Ia menyatakan kekhawatiran bahwa lebih banyak detail akan terungkap di kemudian hari. Starmer juga telah memerintahkan dinas sipil untuk melakukan tinjauan 'mendesak' terhadap seluruh kontak Mandelson dengan Epstein selama ia menjabat di pemerintahan. 'Dugaan pembocoran email terkait urusan pemerintahan yang sangat sensitif adalah tindakan memalukan,' tegas Perdana Menteri, seraya menambahkan bahwa ia belum sepenuhnya yakin semua informasi mengenai hubungan Mandelson dengan Epstein telah terungkap.

Sebelum gelombang tekanan terbaru ini, Mandelson sebenarnya telah dipecat dari jabatannya sebagai duta besar Inggris untuk AS pada bulan September lalu, menyusul terkuaknya kaitan awal dengan Epstein. Ia juga telah mengundurkan diri dari Partai Buruh pada Minggu lalu demi menghindari apa yang disebutnya 'rasa malu lebih lanjut.' Dalam sebuah wawancara dengan The Times yang diterbitkan Selasa, Mandelson menggambarkan Epstein sebagai 'master manipulator,' dan mengakui, 'saya mengalami banyak nasib buruk, tidak diragukan lagi sebagian karena ulah saya sendiri.'

Skandal ini kembali menjadi bukti nyata bagaimana jejak kelam Jeffrey Epstein terus menghantui tokoh-tokoh penting di berbagai belahan dunia, bahkan bertahun-tahun setelah kematiannya. Dengan adanya dugaan pembocoran informasi pemerintah yang sangat sensitif, kasus Mandelson tak hanya menyoroti integritas seorang pejabat, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang potensi kerentanan keamanan informasi negara dan standar etika di lingkaran kekuasaan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook