PARIS - Para penjaga waktu dunia tengah berkumpul di dekat Paris untuk mengambil keputusan besar: menghapus 'detik kabisat' (leap second). Kebijakan ini bukan sekadar isapan jempol, melainkan respons atas masalah teknis yang sering ditimbulkan oleh penambahan detik tersebut.
Selama ini, jam atom yang super presisi (Coordinated Universal Time/UTC) sering tidak sinkron dengan rotasi Bumi yang sebenarnya. Rotasi Bumi cenderung melambat dan tidak stabil. Untuk menyeimbangkannya, sejak 1972, para ilmuwan menambahkan satu detik ekstra setiap beberapa tahun. Terakhir kali hal ini dilakukan pada 2016 lalu.
Namun, penambahan detik ini justru merepotkan banyak pihak. Sistem teknologi canggih seperti pasar keuangan dan pusat data (data center) sangat bergantung pada waktu yang presisi hingga milidetik. Gangguan kecil bisa berakibat fatal. Sejarah mencatat, penambahan detik kabisat pernah membuat situs LinkedIn dan Reddit crash pada 2012, serta mengacaukan sistem pemesanan tiket pesawat Qantas.
Jika 'detik kabisat' benar-benar dihapus, jam kita tidak akan lagi terikat sepenuhnya pada rotasi Bumi. Waktu akan sepenuhnya didasarkan pada jam atom. Dampaknya, dalam ratusan tahun ke depan, jam kita mungkin akan bergeser dari posisi matahari (misalnya, siang hari tidak lagi tepat saat matahari di puncak). Namun, bagi industri teknologi dan keuangan, keputusan ini akan menyelamatkan mereka dari mimpi buruk gangguan sistem yang tak terduga.