KEJAHATAN PERANG DI GAZA: PETUGAS MEDIS DIBIDIK, DUNIA DIAM. - Berita Dunia
← Kembali

KEJAHATAN PERANG DI GAZA: PETUGAS MEDIS DIBIDIK, DUNIA DIAM.

Foto Berita

Gaza kembali bergejolak, dan kali ini, para tenaga medis yang seharusnya menjadi penolong malah jadi sasaran tembak. Serangan rudal dan tembakan membabi buta terus menghantui, membuat puluhan ribu pasien terlantar tanpa perawatan, sementara dunia seolah memejamkan mata.

Salah satu kisah pilu menimpa Dr. Maisara Azmi Al Rayyes, dokter muda berbakat usia 28 tahun. Lulusan King's College London ini, yang mendedikasikan dirinya untuk kesehatan perempuan dan anak di tanah airnya, tewas mengenaskan bersama keluarganya dalam serangan rudal Israel di rumahnya di Kota Gaza pada 5 November 2023. Ia adalah salah satu dari lebih 1.700 tenaga kesehatan Palestina yang gugur sejak 7 Oktober 2023.

Tak lama berselang, paramedis Hussein Hassan Al-Samiri (48) dari Bulan Sabit Merah Palestina juga meregang nyawa. Ia menjadi korban serangan udara Israel yang menargetkan ambulans di al-Mawasi, barat Khan Younis. Tragisnya, Al-Samiri gugur saat berusaha menolong korban serangan tenda pengungsi yang menewaskan 21 orang, termasuk lima anak-anak. Insiden ini terjadi dalam serangan 'double-tap' yang keji: serangan pertama diikuti serangan kedua yang sengaja menyasar tim penyelamat yang datang menolong. Taktik 'double-tap' ini, yang sudah lama menjadi bagian dari 'buku manual' militer Israel, sengaja dirancang untuk memaksimalkan korban di antara para penolong, sebuah kejahatan perang yang jelas melanggar hukum internasional. Al-Samiri sendiri adalah tenaga kesehatan keempat yang tewas sejak 'gencatan senjata' yang sempat dideklarasikan.

Bukan hanya itu, laporan mengerikan juga mengungkap eksekusi 15 paramedis dan anggota pertahanan sipil di al-Hashaashin pada bulan Maret lalu. Mereka ditembak satu per satu saat hendak membantu korban serangan rudal, lalu dikubur dangkal dalam upaya menyembunyikan kejahatan. Rekaman video dari ponsel salah satu korban, yang kemudian tersebar luas, menjadi bukti nyata kekejaman tersebut, namun sayangnya tidak cukup kuat menggoyahkan dukungan pemerintah Barat terhadap Israel.

Targeting fasilitas dan petugas kesehatan adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional. Di tengah krisis kemanusiaan yang akut di Gaza, di mana fasilitas medis sudah sangat terbatas, serangan ini melumpuhkan sistem kesehatan yang vital. Puluhan ribu warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, kini berjuang tanpa akses medis yang layak, memperparah derita mereka.

Meskipun bukti kejahatan perang seperti serangan 'double-tap' dan eksekusi paramedis terungkap jelas, respons dari pemerintah Barat yang mendukung Israel masih jauh dari kata memadai. Pernyataan belasungkawa saja tidak cukup, sementara nyawa-nyawa tak berdosa terus melayang dan sistem kesehatan Gaza berada di ambang kehancuran total. Situasi ini menuntut tindakan konkret dan tekanan internasional yang lebih besar untuk melindungi tenaga medis dan memastikan akses kesehatan bagi warga sipil yang terjebak di zona konflik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook