Rentetan serangan mematikan mengguncang wilayah barat laut Pakistan pada Senin, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai banyak lainnya. Beberapa laporan bahkan menyebut jumlah korban tewas bisa mencapai belasan, termasuk warga sipil dan personel keamanan.
Insiden pertama terjadi di Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang bergejolak, dekat perbatasan Afghanistan. Sebuah sepeda motor yang diparkir meledak di dekat pintu masuk kantor polisi, merenggut nyawa dua orang.
Tak lama berselang, wilayah Bajaur diterjang dua ledakan dahsyat. Pertama, sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak meledak saat menuju pos pemeriksaan keamanan. Ledakan ini merobohkan sebuah bangunan di dekatnya, menyebabkan seorang gadis kecil tewas. Menurut kepolisian setempat, setelah ledakan itu, pasukan keamanan terlibat baku tembak sengit dengan anggota kelompok Taliban Pakistan (TTP), menewaskan setidaknya delapan militan.
Laporan lain dari Bajaur menyebutkan, delapan personel polisi dan Frontier Corps gugur serta 10 lainnya terluka akibat seorang pengebom bunuh diri menabrakkan kendaraannya ke dinding sebuah pesantren. Ledakan ini juga merenggut nyawa seorang anak kecil setelah atap rumah-rumah di sekitarnya runtuh. Belum jelas apakah kedua insiden di Bajaur ini saling terkait atau merupakan serangan terpisah.
Selain itu, di Shangla, distrik lain di provinsi yang sama, tiga personel polisi dan tiga militan tewas dalam operasi pencarian. Polisi menyebut militan yang tewas ini terlibat dalam serangan yang menargetkan warga Tiongkok, menambah daftar panjang ancaman keamanan di wilayah tersebut.
Serangkaian serangan ini memperpanjang daftar panjang kekerasan yang terus membayangi Pakistan, terutama sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021. Wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan memang menjadi sarang aktivitas militan, terutama TTP yang dituding Pakistan memiliki basis di Afghanistan. Angka kematian akibat serangan militan di Pakistan terus merangkak naik; tercatat lebih dari 2.400 nyawa melayang hingga kuartal ketiga 2025, tak jauh berbeda dari 2.500 kematian sepanjang tahun sebelumnya. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam intensitas dan frekuensi serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan.