Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, berhasil menjalani transplantasi paru-paru di Oslo. Istri Pangeran Haakon ini sebelumnya didiagnosis menderita fibrosis paru pada 2018, dan kondisinya terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
"Kami sangat senang semuanya berjalan lancar sejauh ini," ujar Are Holm, spesialis paru di rumah sakit tersebut. Ia menambahkan bahwa Mette-Marit harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa pekan ke depan, sebagai prosedur standar bagi penerima transplantasi.
Operasi ini menjadi secercah kabar baik di tengah ujian berat keluarga kerajaan. Hanya dua hari sebelumnya, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Høiby, dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena terbukti bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan. Sebelum vonis, tim kuasa hukum Marius sempat memohon pembebasannya agar bisa mendampingi ibunya yang kesehatannya menurun drastis.
Pengamat kerajaan Ole-Jørgen Schulsrud-Hansen menyebut keberhasilan transplantasi ini sebagai "kabar yang sangat menggembirakan". Menurutnya, ini adalah hambatan terbesar dalam perjalanan kesehatan sang putri mahkota, dan banyak pihak merasa lega operasi berjalan sukses.
Dokter Holm mengingatkan bahwa masa pemulihan pasca-transplantasi sangat krusial. Penerima donor paru harus mengonsumsi obat penekan kekebalan tubuh seumur hidup. Data medis menunjukkan satu dari delapan pasien tidak bertahan melewati tahun pertama, sementara sekitar setengahnya masih hidup setelah sepuluh tahun.
Sebelum operasi, Mette-Marit terakhir terlihat di publik pada 17 Mei lalu dengan selang oksigen terpasang di hidungnya. Istana mengumumkan dirinya masuk daftar tunggu transplantasi 12 hari lalu, dengan catatan dokter bahwa pasien dalam daftar tunggu umumnya hanya memiliki harapan hidup satu tahun.
Tahun ini menjadi periode berat bagi keluarga kerajaan Norwegia. Selain masalah kesehatan Mette-Marit dan kasus hukum anak tirinya, pada Januari lalu publik dikejutkan dengan dokumen yang mengungkap hubungan dekat Mette-Marit dengan mendiang pedofil Jeffrey Epstein. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka kepada Raja dan Ratu Norwegia, mengakui "penilaian yang buruk" dalam pertemanannya dengan Epstein.