Jakarta, BBC News Indonesia — Tom Mueller, karyawan pertama yang direkrut Elon Musk di SpaceX pada 2002 silam, angkat bicara. Dua dekade lebih sejak awal pendiriannya, perusahaan roket itu kini bersiap melantai di bursa saham publik dengan valuasi fantastis, mencapai lebih dari 1,8 triliun dolar AS.
Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Mueller mengupas visi gila Musk yang dulu dianggap mustahil, kini menjelma menjadi kenyataan. 'Dulu kami hanya sekelompok kecil orang yang percaya pada mimpi besar,' ungkap Mueller. Peluncuran saham perdana (IPO) SpaceX ini diprediksi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar dalam sejarah, yang nilainya bisa menyaingi raksasa teknologi seperti Apple atau Microsoft.
Analisis Dampak: IPO SpaceX bukan sekadar kabar bisnis biasa. Langkah ini membuka pintu bagi investor ritel untuk ikut serta dalam industri antariksa yang sebelumnya eksklusif. Dampaknya, persaingan bisnis luar angkasa akan semakin sengit, mendorong inovasi dan penurunan biaya peluncuran roket. Bagi masyarakat global, ini berarti akses ke internet satelit (Starlink) bisa lebih murah dan teknologi perjalanan ke Mars semakin dekat ke kenyataan. Kesuksesan IPO ini juga menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi antariksa bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan sektor investasi nyata yang menggiurkan.