ANCAMAN BOM PALSU GUNCANG PENERBANGAN EROPA - Berita Dunia
← Kembali

ANCAMAN BOM PALSU GUNCANG PENERBANGAN EROPA

Foto Berita

Gelombang ancaman bom palsu kembali meneror industri penerbangan Eropa. Sebuah email berisi peringatan adanya bom di sejumlah penerbangan menuju Roma, Italia, memicu insiden keamanan serius pada Kamis pekan lalu. Akibatnya, sebuah pesawat Aer Lingus tujuan Roma terpaksa dialihkan dan mendarat darurat di sebuah pangkalan militer di Prancis. Sementara itu, pesawat lain yang juga menjadi target pengawalan jet tempur Angkatan Udara Italia.

Email ancaman yang diterima BBC tersebut dikirim ke beberapa kantor pengelola bandara Roma (ADR) dan Bandara Fiumicino. Dalam pesan bernada anarkis itu, kelompok yang mengklaim diri sebagai "Male State" menyatakan telah menanam bahan peledak sebagai bentuk serangan terhadap "rezim feminis" Italia. Namun, dugaan keterlibatan kelompok ekstremis asal Rusia ini menuai kontroversi. Melalui akun Telegram, pihak yang terkait dengan pendiri kelompok tersebut, Vladislav Pozdnyakov, membantah keras tuduhan itu. Mereka menyebut ancaman tersebut sebagai konspirasi dan menantang balik pihak berwenang.

Meski kelompok tersebut membantah, otoritas Italia dan media setempat, La Stampa, mencurigai pola serangan ini sebagai bagian dari strategi "sayap bersenjata rezim" yang sulit dibuktikan keterlibatannya. Insiden ini tidak berhenti di Roma. Ancaman serupa juga dilaporkan menghampiri penerbangan Ryanair dari Roma ke Lisbon dan Wizz Air dari Praha ke Roma yang dialihkan ke Venesia. Selain itu, sejumlah organisasi media ternama di Irlandia juga menerima ancaman bom pada Jumat, memicu evakuasi besar-besaran. Pemerintah Irlandia menilai ini sebagai "kampanye gangguan terkoordinasi".

Hingga saat ini, tidak ditemukan bahan peledak pada pesawat mana pun yang diperiksa. Namun, insiden ini menyoroti kerentanan sistem keamanan bandara dan maskapai terhadap ancaman siber yang menargetkan psikologis penumpang dan staf. Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap potensi gangguan perjalanan lanjutan selama investigasi berlangsung.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook