AMNESTI DESAK PENYELIDIKAN KEJAHATAN PERANG ISRAEL DI LEBANON - Berita Dunia
← Kembali

AMNESTI DESAK PENYELIDIKAN KEJAHATAN PERANG ISRAEL DI LEBANON

Foto Berita

Sebuah serangan udara Israel di kota Tyre, Lebanon selatan, menghancurkan hidup Hussein Saleh dalam sekejap. Pada 6 Maret lalu, pria ini kehilangan seluruh keluarganya—istri, anak semata wayangnya yang baru berusia lima tahun bernama Sara, serta tujuh kerabat lainnya—saat ia sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Aku tidak jauh dari rumah saat mendengar ledakan. Aku berlari kembali… asap di mana-mana, tapi aku tidak bisa menemukan siapa pun. Aku berteriak mencari istriku, mertuaku, dan istrinya,” kenang Hussein dengan mata berkaca-kaca. Ia kemudian menemukan potongan kepala Sara, putri kecilnya. Total sembilan orang berada di rumah saat serangan terjadi, termasuk tiga anak-anak dan istrinya yang sedang hamil.

Amnesty International menyelidiki tiga serangan Israel di Lebanon antara 6-13 Maret lalu. Hasilnya, 24 warga sipil tewas—12 di antaranya anak-anak berusia 5-16 tahun dan enam perempuan. Organisasi HAM itu mendesak penyelidikan kejahatan perang karena militer Israel dinilai gagal membedakan target militer dan warga sipil.

“Tidak ada target militer yang jelas, dan tidak ada peringatan efektif yang diberikan,” ujar Sahar Mandour, peneliti Amnesty untuk Lebanon. Tiga lokasi serangan meliputi lingkungan al-Thakana di Tyre, desa Arki di distrik Sidon, dan lingkungan al-Rahbat di distrik Nabatieh.

Hingga kini, Israel belum memberikan informasi soal target serangan tersebut. Ini bukan pertama kalinya Israel dituduh melakukan serangan ilegal di Lebanon sejak konflik memanas pada Oktober 2023. Amnesty mencatat Israel kerap mengabaikan gencatan senjata dan melakukan invasi.

“Berapa banyak lagi keluarga yang harus menarik potongan tubuh anak-anak mereka dari reruntuhan sebelum siklus kejahatan perang yang menghancurkan ini berakhir?” tanya Kristine Beckerle, wakil direktur regional Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook