DUBLIN - Ketegangan politik antara Irlandia dan Israel merembet ke dunia olahraga. Konferensi pers jelang laga UEFA Nations League antara Republik Irlandia dan Israel berakhir ricuh dan dibubarkan secara mendadak setelah sejumlah jurnalis Israel melontarkan pertanyaan bernuansa provokatif yang lepas dari konteks pertandingan sepak bola.
Insiden ini memanas ketika seorang jurnalis Israel mencecar pelatih kepala Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengenai sikapnya terhadap sebuah insiden penerbangan Flydubai yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Dalam insiden tersebut, seorang kopilot diduga melakukan upaya pembajakan dengan menyerang pilot menggunakan kapak saat penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv. Jurnalis tersebut tampaknya mencoba mengaitkan insiden kriminal tersebut dengan dukungan politik Irlandia terhadap Palestina, dengan menuduh bahwa ideologi yang didukung Irlandia 'berbasis pada pembunuhan'.
Manajer komunikasi Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), Kieran Crowley, sigap mengintervensi dan meminta jurnalis tersebut untuk fokus pada pertandingan. Namun, jurnalis itu terus mendesak, memaksa Crowley menghentikan sesi tanya jawab karena dianggap telah melanggar etika dengan membawa isu non-sepak bola ke dalam ruang media. Hallgrimsson sendiri kemudian menyebut kejadian itu sebagai 'serangan verbal'.
Ketegangan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, laga leg pertama pada 27 September lalu juga diwarnai kontroversi. Publik Irlandia dan mantan pemain sempat menyerukan boikot, namun pertandingan tetap berjalan dengan kemenangan 3-0 untuk Irlandia. Usai laga tersebut, penggemar Israel dituduh melakukan nyanyian rasis terhadap pemain Irlandia, Adam Idah, dan mengibarkan slogan militer, namun lolos dari sanksi disipliner.
Dalam konferensi pers terbaru, seorang jurnalis Israel justru berbalik menuduh pemain Irlandia melontarkan hinaan rasis dengan menyebut pemain Israel sebagai 'monyet'. Tuduhan ini langsung dibantah keras oleh Crowley yang menyebutnya sebagai kebohongan besar sebelum ia meninggalkan ruangan. FAI saat ini masih menyelidiki laporan dugaan pelecehan rasial yang dialami pemain Irlandia, Adam Idah dan James Abankwah, dari fans Israel.
Analisis Dampak: Insiden ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik internasional kini semakin sering menyeret arena olahraga sebagai panggung politik. Bagi masyarakat umum, ini menjadi pengingat bahwa sportivitas seringkali teruji oleh tekanan isu global. Munculnya tuduhan rasisme balik antar kedua kubu berpotensi memperkeruh hubungan bilateral dan menciptakan preseden buruk bagi keamanan dan inklusivitas pertandingan sepak bola di masa depan, terutama yang melibatkan tim dengan latar belakang politik yang berseberangan.