HACKER SERANG KULKAS SUPERMARKET EROPA, MAKANAN BUSUK - Berita Dunia
← Kembali

HACKER SERANG KULKAS SUPERMARKET EROPA, MAKANAN BUSUK

Foto Berita

Gelombang serangan siber yang menyasar sistem pendingin di supermarket-supermarket Eropa terus meluas. Setidaknya 11 negara kini terkonfirmasi terdampak, setelah Jerman, Rumania, dan Inggris melaporkan insiden serupa pada Selasa (hanya sehari setelah serangan awal). Sebelumnya, sembilan negara Uni Eropa—Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia—telah lebih dulu melaporkan gangguan pada Senin.

Para peretas dilaporkan menaikkan suhu sistem refrigerasi secara remote, membuat ribuan ton makanan—terutama daging dan produk segar—membusuk dan harus dibuang. Di Belgia, puluhan toko di berbagai jaringan ritel mengalami kegagalan pendinginan hingga kantor kejaksaan federal membuka penyelidikan. Di Italia, sekitar 20 supermarket terdampak; seorang direktur jaringan Coop di Sisilia mengaku harus membuang seluruh stok karena rak-rak jadi kosong. Sementara di Inggris, meski bukan anggota Uni Eropa, serangan menyasar perusahaan pengolahan daging skala kecil dengan dampak minimal.

Uni Eropa menegaskan insiden ini "bukan kasus terisolasi" dan menyerukan respons kolektif. Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, menyatakan badan-badan UE tengah berkoordinasi dengan otoritas nasional untuk menyusun langkah mitigasi bersama, namun enggan menuding aktor tertentu. Di sisi lain, Kepala Direktorat Keamanan Siber Nasional Rumania, Dan Cimpean, menilai serangan ini "cenderung semi-amatir" dan tidak mengarah pada keterlibatan aktor negara. Ia memastikan tidak ada infrastruktur lain yang terganggu.

Pemerintah Italia menggelar rapat darurat bersama kepala badan intelijen dan Badan Keamanan Siber Nasional. Kantor Perdana Menteri Giorgia Meloni menyebut dampak insiden "terbatas" dan menegaskan tidak ada alasan panik, meski semua institusi terkait tetap siaga tinggi. Pola serangan ini disebut-sebut meniru insiden serupa yang melanda ratusan supermarket di Prancis pada Oktober lalu.

Analisis dampak: Serangan ini menyoroti kerentanan infrastruktur rantai pasok pangan terhadap ancaman siber. Bagi masyarakat, dampaknya terasa langsung: stok makanan segar berkurang, harga berpotensi naik jangka pendek, dan kepercayaan terhadap keamanan sistem ritel modern dipertanyakan. Bagi pelaku usaha, insiden ini menjadi alarm untuk memperkuat proteksi sistem operasional (OT) yang sering luput dari perhatian dibanding keamanan data konvensional. Yang menarik, meski skala serangan lintas benua, dugaan sementara mengarah pada kelompok non-negara—menandakan bahwa ancaman siber kini bisa datang dari aktor kecil dengan dampak besar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook