Pemerintah Israel resmi memulai proyek pembangunan dan pelestarian situs yang mereka sebut 'Kolam Herodes' (Herod's Pool) di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Langkah ini diambil setelah sebelumnya para pemukim Israel secara ilegal mengalihkan aliran air dari desa Palestina, Fasayil, untuk mengisi kolam tersebut.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengumumkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat cengkeraman Israel pada situs-situs bersejarah. Padahal, kolam tersebut berdiri di atas tanah milik warga Palestina bernama Saad Nemer, yang klaim kepemilikannya didukung oleh dokumen otoritas Israel dan catatan akta lama.
Alih-alih mengembalikan air ke desa, otoritas Israel justru melanjutkan proyek tersebut dengan alokasi dana lebih dari 3 juta shekel. Tindakan ini menuai kritik karena dianggap sebagai bagian dari monopoli sumber daya air dan pengambilalihan lahan Palestina dengan dalih pelestarian arkeologi.