DI BALIK SENYUM DIPLOMATIK, ISRAEL SIBUK JARING ALIANSI AFRIKA? - Berita Dunia
← Kembali

DI BALIK SENYUM DIPLOMATIK, ISRAEL SIBUK JARING ALIANSI AFRIKA?

Foto Berita

Presiden Israel Isaac Herzog baru-baru ini melawat ke Ethiopia, sebuah kunjungan yang langsung memicu sorotan tajam. Bagaimana tidak, kunjungan ini terjadi di tengah gencarnya upaya Israel membangun aliansi strategis, tak lama setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melontarkan ide "heksagon aliansi" untuk melawan musuh "radikal" di Timur Tengah dan Afrika.

Di Addis Ababa, Ibu Kota Ethiopia, Presiden Herzog bertemu Perdana Menteri Abiy Ahmed. Keduanya membahas beragam potensi kerja sama. Namun, di balik senyum diplomatik, para pengamat menilai kunjungan Herzog menyimpan misi yang lebih besar: upaya perebutan pengaruh di Ethiopia. Buktinya, beberapa hari sebelumnya, Addis Ababa juga kedatangan delegasi penting dari Turki dan Arab Saudi, menunjukkan posisi strategis Ethiopia yang kini menjadi magnet bagi berbagai kekuatan regional.

Kunjungan ini juga dipandang sebagai bagian dari "serangan pesona" Israel di Benua Afrika. Reputasi Tel Aviv memang sempat goyah pasca-konflik Gaza, terutama setelah Uni Afrika (AU) mengecam keras serangan terhadap warga sipil Palestina. Dengan hadirnya Herzog, Israel berusaha memulihkan citranya sekaligus menegaskan kembali jalinan sejarah yang dalam dengan Ethiopia, khususnya melalui komunitas Beta Israel atau Yahudi Ethiopia. Ikatan ini mencakup operasi rahasia bersejarah yang memindahkan puluhan ribu Yahudi Ethiopia ke Israel.

Analisis Singkat:
Manuver diplomatik Israel ini jelas menunjukkan arah kebijakan luar negeri mereka yang fokus pada pembentukan blok kekuatan baru. Ethiopia, dengan lokasinya yang strategis di Tanduk Afrika, adalah bidikan utama. Persaingan pengaruh di Addis Ababa akan kian memanas, mengingat Turki dan Arab Saudi juga punya kepentingan serupa. Bagi Ethiopia sendiri, situasi ini bisa jadi pedang bermata dua: peluang investasi dan kerja sama di satu sisi, tapi juga risiko terseret ke dalam persaingan geopolitik regional di sisi lain. Untuk masyarakat luas, peristiwa ini menggambarkan bagaimana konflik di satu wilayah (Timur Tengah) mampu memicu gelombang pergeseran aliansi dan kepentingan global yang jauh lebih luas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook