Warga di Lebanon utara kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Pasca tragedi ambruknya sebuah gedung yang menewaskan sedikitnya 15 orang awal bulan ini, banyak penduduk cemas bangunan tempat tinggal mereka juga bernasib serupa. Terutama di Tripoli, beberapa kawasan telah ditetapkan berbahaya karena kondisi bangunannya yang memprihatinkan.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Banyak bangunan di sana, terutama di lingkungan padat penduduk seperti Tripoli, sudah dinyatakan tidak layak huni dan bisa ambruk sewaktu-waktu. Tim investigasi Al Jazeera bahkan melaporkan langsung kondisi mengerikan di salah satu permukiman yang terancam runtuh.
Tragedi sebelumnya yang merenggut belasan nyawa menjadi pengingat pahit akan bahaya yang mengintai. Kondisi ini diperparah oleh krisis ekonomi berkepanjangan di Lebanon, yang seringkali menghambat perbaikan infrastruktur dan pemeliharaan gedung. Akibatnya, ribuan warga terpaksa hidup di tengah ancaman struktural yang sewaktu-waktu bisa menjadi bencana, menciptakan trauma mendalam dan ketidakpastian akan masa depan.
Pemerintah setempat didesak segera mengambil langkah konkret untuk mengevakuasi warga dari bangunan-bangunan berbahaya dan memulai program rehabilitasi. Tanpa tindakan cepat, bayangan ketakutan akan terus menghantui, bahkan bisa berujung pada tragedi kemanusiaan yang lebih besar.